Sidang perdana Ahok usai digelar, massa berharap para hakim bersikap tegas dan adil.
Hari ini, Selasa (13/12), sidang perdana Gubernur DKI Jakarta Basuki Thahaja Purnama alias Ahok usai digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
Tepat pukul 12.04, Ahok dengan menumpang barracuda keluar dari gerbang Pegadilan Negeri Jakarta Pusat dengan pengawalan ketat.
Aparat berbaris sisi kanan-kiri gerbang tersebut, hingga jalan raya pun terlihat ketat. Seolah-olahan takut jika sang penista terluka, padahal sejak pagi massa dari Gerakan Nasional Pengawal Fatwa ( GNPF) yang berkumpul di depan pegadilan terlihat damai.
- Milad ke-34, Bank Muamalat Teguhkan Komitmen Tumbuh Bersama dan Memberi Manfaat
- BCA Syariah Gelar Aksi Donor Darah dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis
- Pembiayaan Solusi Emas Hijrah Bank Muamalat Melonjak 11 Kali Lipat
- Bank Mega Syariah Ekspansi Pembiayaan Emas, Dorong Akses Investasi Emas via Flexi Gold
Malah dari pantauan MySharing, lebih banyak aparat yang hadir daripada massa baik itu dari GNPF maupun massa pendukung Ahok.
Saat Ahok keluar gerbang itu, pekik Allahu Akbar dari massa GNPF menggema. Bahkan, pekikan itu dibarengi dengan yel-yel “Tangkap-tangkap si Ahok, tangkap si Ahok sekarang juga.”
Hingga Ahok melaju dengan barracudanya aparat polisi tetap berjaga.Para ulama dari GNPF tetap berorasi damai tanpa tersudut amarah. Hingga akhirnya massa pun dibubarkan tepat pukul 12.25 WIB.
“Karena massa sudah tercampur, takut ada provokasi yang menimbulkan hal yang tidak diinginkan. Maka, saya himbau untuk bubar dengan damai, kita akan kawal terus proses hukum Ahok ini hingga dan berdoa agar para hakim yang dimulyakan hatinya bisa bersikap tegas dan adil, tidak terpengaruh gelimang uang,” kata salah satu ulama dari GNPF.
Sebelum bubar massa juga diingatkan agar tidak lupa membersihkan sampah yang ada di badan jalan depan pengadilan negeri agama.
“Kita hadir disini super damai, jangan sampai sampah-sampah jadi masalah. Yuk, sebelum bubar kita bersihkan dulu. Damai adalah juga harus jaga kebersihan,” tegasnya.
Tepat pukul 13.09 WIB, aparat polisi pun bubar dengan satu persatu menaiki bus polisi.Begitu juga dengan polisi beroda dua siap meluncur tinggalkan pengadilan.
Entah, sidang kedua kapan digelar! Toh hasil sidang perdana pun masih sumir, hanya tangisan Ahok membelah suasana menampilkan pembelaan. Bahwa dirinya heran menjadi tersangka penista agama, padahal dia mengaku sudah banyak berbuat baik kepada umat Muslim.
Pembelaan diri adalah hak setiap orang dalam kasus hukum.Namun, harapan umat Islam Indonesia proses hukum terhadap Ahok harus ditegakkan tanpa aling-aling badai uang.

