Selain aqidah, seorang Muslim itu harus memiliki cara berpikir Islami dalam menentukan apa yang akan diperjuangkannya.
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin menegaskan, bahwa menjadi umat Islam bukanlah sekadar aqidah, tapi juga harus memiliki cara berpikir yang Islami, tentunya dalam menjalani kehidupan.
“Selain aqidah, seorang Muslim itu harus memiliki cara berpikir Islami, cara berpikir yang di dalamnya ada ajaran-ajaran dan tuntunan-tuntunan Allah SWT,” kata Ma’ruf dalam sambutannya pada pembukaan Multaqa Da’i Nasional Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat MUI bertajuk “Penyusunan Pedoman Dakwah Berbasis Islam Wasathiyah”, di Hotel Santika, TMII, Jakarta, Selasa malam (13/12).
Ma’ruf pun mengategorikan empat prinsip, yang seharusnya menjadi pegangan umat Islam menjalani hidup, terutama untuk Muslim Indonesia. Prinsip pertama adalah menjalankan apa yang Rasulullah SAW kerjakan, dan meningggalkan apa yang Allah SWT lewat Rasul larang.
Kedua, prinsip yang ada di wilayah ijtihad terhadap nash-nash, baik yang terbatas maupun perisitiwa-peristiwa yang tidak terbatas dari waktu ke waktu. Ketiga, umat Islam harus memegang prinsip kebersamaan, yang dijadikan dasar menjalani hidup berdampingan.
Keempat, yakni prinsip kaidah-kaidah Islami yang harus jadi pedoman di dalam kehidupan, terutama bagi orang-orang di pemerintahan atau menjadi wakil rakyat. “Kaidah-kaidah itu yang akan menjadi penentu atas apa yang akan diperjuangkannya. Semua itu dibangun dari cara berpikir Islami, jadi harus diedukasi dan disosialisasikan cara berpikir Islami itu,” papar Ma’ruf Amin.

