Tafsir At Tanwir diharapkan dapat menjadi rujukan umat Muslim dalam menghadapi persoalan.
Ketua PP Muhammadiyah Bidang Tarjih dan Tajdid, Yunahar Ilyas bersyukur tafsir At Tanwir bisa diluncurkan, meski baru jilid satu untuk Juz 1. Yunahar mengatakan, Tafsir At Tanwir merupakan salah satu dari dua amanat Muktamar Muhammadiyan 1 Abad di Yogya pada 2010. “Ada dua amanat kepada Majlis Tarjih dan Tajdid adalah menyusun buku Al Islam lengkap yang terdiri atas empat bagian,” kata Yunahar dalam sambutannya pada peluncuran tafsir At Tanwir di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Selasa (13/12).
Yunahar menyampaikan, kedua, tafsir At Tanwir. Kemudian tim dibentuk. Tapi karena anggotanya timnya sedikit, tafsir ini awalnya baru akan selesai dalam 50 tahun. ‘ Tapi karena diminta dipercepat, anggota tim ditambah sehingga diharapkan bisa selesai tujuh tahun,” kata Yunahar.
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti menyampaikan, peluncuran Tafsir At Tanwir ini memiliki tiga makna strategis. Yakni pertama, kata Mu’ti, dari sisi internal, tafsir ini merupakan respon atas banyaknya permintaan warga Muhammadiyah sehingga kehadirannya dapat menjadi pemandu dan pedoman pemahaman Alquran resmi bagi warga Muhammadiyah.
”Warga Muhammadiyah melihat banyak kitab tafsir yang ada belum mampu menjawab kebutuhan dalam memahami Alquran,” ujar Mu’ti.
Kedua, lanjut dia, yaitu tafsir ini bisa menjadi pembanding bagi khalayak terkait dengan banyaknya tafsir Alquran yang beredar di masyarakat serta memperkaya khazanah keilmuan Alquran di Indonesia dan di dunia Muslim.
Ketiga, meningkatkan pemahaman masyarakat Muslim atas Alquran sehingga dapat menjadi pedoman di dalam berperilaku dalam beribadah, pribadi, dan kehidupan masyarakat.
Mu’ti berharap peluncuran tahap berikutnya dapat dilakukan dalam upaya menjawab kebutuhan umat Muslim dalam memahami Alquran. “Semoga kehadiran tafsir At Tanwir dapat diterima oleh umat Muslim di Indonesia,” pungkasnya.

