Habib Rizieq Syihab dalam memimpin Aksi Bela Islam telah berhasil membangkitkan umat Muslim, bukan karena anti China atau etnis dan agama lain. Tapi murni perjuangan membela agamanya.
Dua organisasi China, yakni Muslim Tionghoa Indonesia (Musti) dan Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (KomTak) menganugerahi Habib Rizieq Syihab sebagai Tokoh Indonesia 2016.
Penobatan itu diberikan tak lepas dari kiprah Habib Rizieq yang memimpin jutaan umat Islam dalam Aksi Bela Islam 411 dan Aksi Super Damai Bela Islam 212 yang menuntut agar polisi menetapkan Gubernur DKI Jakarta non aktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai tersangka dalam kasus penistaan agama.
Ketua Musti Jusuf Hamka menyebutkan, penobatan Habib Rizieq Syihab sebagai Man of The Year 2016 didasarkan karena kiprah dan perjuangannya dalam Aksi Bela Islam 4 November dan 2 Desember 2016.
- Milad ke-34, Bank Muamalat Teguhkan Komitmen Tumbuh Bersama dan Memberi Manfaat
- BCA Syariah Gelar Aksi Donor Darah dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis
- Pembiayaan Solusi Emas Hijrah Bank Muamalat Melonjak 11 Kali Lipat
- Bank Mega Syariah Ekspansi Pembiayaan Emas, Dorong Akses Investasi Emas via Flexi Gold
Menurut Jusuf, kewibawaan yang dimiliki Habib Rizieq telah berhasil meredam amarah jutaan umat Islam yang berunjuk rasa, sehingga aksi tersebut tidak berakhir anarkis.
“Wibawa Habib Rizieq berhasil melumerkan amarah jutaan umat Islam yang berunjuk rasa, tidak anarkis. Bahkan tidak ada rumput yang rusak dan satu ranting pohon pun yang patah di Monas,” jelas Jusud dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (20/12).
Jusuf juga salut karena pernyataan Habib Rizieq, bahwa beliau cinta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Aksi Bela Islam yang dipimpinnya bukan karena umat Islam anti China atau anti etnis dan agama lain. Tapi murni sebagai bentuk perjuangan untuk membela agama Islam.
Jusuf juga menilai, Habib Rizieq terbukti mampu membangkitkan potensi umat Islam menjadi kekuatan yang kini kembali diperhitungkan.
”Kita jadi tahu, Habib Rizieq ternyata tidak hanya bertindak keras dalam beramar makruf nahi mungkar. Tapi, beliau juga sangat lembut dan menyejukkan, terlihat ketika bertausyiah,” ujar Jusuf.
Sebagai ulama, Menurut Jusuf, Habib Ririeq sangat mumpuni, dan sebagai pemimpin beliau juga sangat dihormati. ”Jadi, siapapun pasti akan sependapat bahwa Habib Rizieq memang pantas mendapat penghargaan sebagai ”Man of The Year 2016,” ujar Jusuf.
Menurut Jusuf Hamka, penobatan Habieb Rizieq sebagai ”Tokoh Indonesia 2016” itu murni sebagai bentuk penghargaan terhadap siapapun tokoh bangsa atas perjuangan dan kiprahnya dalam mewujudkan perdamaian dan persatuan.
“Tak ada muatan politik dalam pemberian penghargaan dan penobatan ini. Penghargaan murni didasarkan pada penilaian kami terhadap apa yang sudah dilakukan Habib Rizieq Shihab sepanjang tahun 2016,” tegas Jusuf.
Sementara itu, Ketua KomTak Lieus Sungkharisma menjelaskan, bahwa penghargaan Habib Rizieq Syihab sebagai Tokoh Indonesia 2016 akan dilaksanakan pada Kamis 22 Desember 2016 di Jakarta.
”Sedangkan penobatannya akan dilakukan di Pondok Pesantren Habib Rizieq di Bogor, Jawa Barat, pada Rabu 28 Desember 2016 mendatang,” jelas Lieus.

