Dana Pihak Ketiga BSM Melonjak Menjelang Akhir Tahun

[sc name="adsensepostbottom"]

Senior Executive Vice President Finance and Strategy BSM – Ade Cahyo Nugroho mengungkapkan, bahwa BSM mengalami pelonjakan Dana Pihak Ketiga (DPK) menjelang akhir tahun 2016.

“Pertumbuhan dana pihak ketiga BSM pada tahun 2016 mencapai 15%. Alhamdulillah, di tengah situasi ekonomi seperti sekarang, pertumbuhan ini tergolong cukup baik, karena sudah di atas rata-rata pertumbuhan nasional. Bahkan dalam bulan terakhir ini, DPK BSM mengalami peningkatan yang signifikan. Apakah pertumbuhan DPK BSM ini, karena efek dari 212? Wallahu a’lam,” ujar Ade Cahyo Nugroho sambil tersenyum saat memberikan materi dalam acara Pelatihan Perbankan Syariah bagi media massa di Bandung, pada 21/12/2016.

Namun terlepas dari adanya efek 212 atau tidak, Ade Cahyo mengungkapkan, dengan meningkatnya Dana Pihak Ketiga BSM tersebut, berarti membuktikan kesadaran masyarakat untuk menempatkan dananya ke lembaga perbankan syariah sudah mulai meningkat.

Menurut Ade Cahyo, secara rinci dana pihak ketiga (DPK) BSM per November 2016 sudah mencapai posisi di angka Rp 68,1 triliun. Nilai tersebut telah tumbuh 15,1% persen dibandingkan periode sama pada November tahun 2015 lalu. Dan angka Rp 68,1 triliun itu telah melebihi target DPK BSM hingga akhir 2016 yang hanya Rp 67,2 triliun.

Ade Cahyo lalu mengungkapkan, bahwa pada tahun 2017 mendatang. BSM akan lebih aktif lagi di dalam melakukan campaign produk-produknya, sehingga pada tahun depan 2017, pertumbuhan DPK BSM akan tumbuh lebih pesat lagi, di atas pertumbuhan bank konvensional.