Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada posisi 5.302,57 meningkat sebesar 15,45 persen dibandingkan posisi penutupan tahun sebelumnya.
Catatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kondisi ekonomi domestik yang tetap kuat mendorong apresiasi rupiah dan penguatan IHSG sepanjang 2016.
Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad menegaskan, bahwa sentimen positif domestik terkait perkembangan perekonomian yang lebih baik dari ekspektasi pasar dan program keberhasilan pengampunan pajak (tax amnesty) mampu menjaga penguatan IHSG dan nilai tukar di tengah dinamika kenaikan Fed Fund Rate ( FFR) dan fluktuasi harga minyak.
Sementara itu, lanjut dia, kondisi stabilitas sektor jasa keuangan Indonesia masih berada dalam kondisi normal. Kinerja pasar keuangan domestik secara umum membaik. Tingkat kesehatan lembaga jasa keuangan juga masih dalam kondisi terjaga dengan didukung tingkat permodalan yang tinggi dan likuditas yang memadai.
Aktivitas intermediasi lembaga jasa keuangan juga mencatat beberapa perbaikan. Yakni, sampai dengan 29 Desember 2016, IHSG ditutup pada posisi 5.302,57 meningkat sebesar 15,45 persen dibandingkan posisi penutupan tahun lalu.
“Pertumbuhan IHSG sebesar 15,45 persen merupakan pertumbuhan indeks terbaik kedua di kawasan Asia Pasifik dan ranking 5 terbaik dunia,” kata Muliaman pada konferens pers “Kinerja Industri Jasa Keuangan dan Kebijakan OJK 2016 serta Outlook Sektor Jasa Keuangan Tahun 2017”, di Gedung OJK, Jakarta, Jumat (30/12).
Dari sisi pertambahan jumlah emiten yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2016 ini berhasil menambah 16 emiten saham baru. “Angka ini jauh lebih baik dari Bursa Singapura dan Filipina yang masing-masing justru kehilangan atau minus 10 dan 1 emiten di tahun yang sama,” ujar Muliaman.
Industri reksa dana juga mengalami pertumbuhan yang cukup baik.NAB reksa dana meningkat 22,66 persen menjadi Rp 333,61 triliun. Peningkatan juga terjadi pada jumlah dan nilai penawaran umum, dimana pasar modal Indonesia berhasil memobilisasi dana melalui IPO Saham sebanyak 14 perusahaan dengan nilai sebesar Rp 12,07 triliun.
Sementara itu, right issue saham sebanyak 34 perusahaan sebesar Rp 68,06 triliun, obligasi korporasi sebanyak 75 perusahaan sebesar Rp 115,46 triliun. “Total nilai penawaran umum selama 2016 sebesar Rp 194,74 triliun atau naik 68,94 persen dari tahun sebelumnya,” jelas Muliaman.
[bctt tweet=”Pertumbuhan IHSG sebesar 15,45%, terbaik ke-5 di dunia” username=”my_sharing”]

