Dosen University Antar Bangsa Kuala Lumpur Sohirin Sholihin (Kemeja Batik coklat). foto:MySharing.

Dakwah di Indonesia Harus Struktural

[sc name="adsensepostbottom"]

Penyampaian dakwah masih terbatas kepada masalah spiritual, belum bisa diterjemaahkan ke bidang-bidang lain.

Dosen University Antar Bangsa Kuala Lumpur, Sohirin Sholihin menyebutkan, setidaknya ada satu kekurangan dari dakwah di Indonesia, yakni belum memiliki strukturalisasi. “Dalam berdakwah itu, kita membutuhkan strukturalisasi dakwah,” ujar Sohirin dalam  diskusi bertajuk “Strategi dan Persepektif Dakwah Pasca 212 : bertolak dari  buku fiqhud Dakwah Muhammadh Natsir,” di  kantor PP Dewan Masjid Indonesia (DMI), di Masjid Istiqlal, Jakarta, Senin (16/1).

[bctt tweet=”Pemurtadan terhadap Muslim masif dilakukan!” username=”my_sharing”]

Sohirin menjelaskan, bahwa secara visi gerakan-gerakan Islam yang ada di dunia tidak begitu berbeda, yaitu memiliki konsep agama dan negara yang tidak terpisahkan. Namun demikian, lanjut dia, kerja dakwah masih terbatas kepada masalah spiritualitas, tapi belum bisa diterjemahkan ke bidang-bidang lain, seperti ekonomi.

Selain itu, tegas dia, bingkai pemikiran gerakan Islam memang berbeda-beda, dan sebagian besar masih mengembangkan konsepsional semata. Sedangkan, permutadan yang digempurkan kepada umat Islam selama ini terus-menerus berkembang dan tidak berhenti menyerang.

“Permutadan itu dilakukan terus-menerus kepada Muslim, karena mereka sangat membenci Islam. Kebencian itu dikarenakan mereka sadar ajaran Islam sangat masuk akal, sehingga keberadaan mereka merasa ketakutan,” papar Sohirin.

Bahkan, ungkap dia lagi, hal itu pula yang menjadi alasan dasar Persekutuan Bangsa-Bangsa (PBB) agar tidak ada teologi di dalam dialog-dialog. Namun sayangnya, kata Sohirin, perdebatan teologi masih terus saja terjadi di tengah-tengah umat Islam, baik itu di Timur Tengah maupun di Indonesia.

Perdebatan teologi ini, menurut Sohirin, bisa menghabiskan waktu dakwah yang dikumandangkan. Untuk itulah, dakwah memang membutuhkan konsepsional yang mumpuni tidak sekedar menyampaikan kepada umat. Yakni khazanahnya harus sampai ke hati umat juga.

[bctt tweet=”Ajaran Islam itu sangat masuk akal!” username=”my_sharing”]