Bank Muamalat
Pemaparan Kinerja Bank Muamalat, Selasa (22/4). (ki-ka: Direktur Keuangan, Hendiarto; Direktur Korporat, Luluk Mahfudah; Direktur Utama, Arviyan Arifin; Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko, Andi Buchari; Direktur Retail Banking, Adrian A Gunadi.

2016, Bank Muamalat Kembali Tawarkan Saham

[sc name="adsensepostbottom"]

Bank Muamalat baru akan kembali melakukan penawaran perdana ke publik (initial public offering/IPO) pada 2016 atau paling lambat pada 2017. Dengan tambahan modal total Rp 3,5 triliun yang dilakukan dalam beberapa tahun terakhir dinilai mampu mencukupi kebutuhan ekspansi dalam dua tahun mendatang.

Bank Muamalat
Pemaparan Kinerja Bank Muamalat, Selasa (22/4). (ki-ka: Direktur Keuangan, Hendiarto; Direktur Korporat, Luluk Mahfudah; Direktur Utama, Arviyan Arifin; Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko, Andi Buchari; Direktur Retail Banking, Adrian A Gunadi.

Direktur Keuangan Bank Muamalat, Hendiarto, mengatakan tambahan modal yang dilakukan melalui serangkaian aksi korporasi membuat rasio kecukupan modal Bank Muamalat menjadi 17 persen. “Dengan tambahan setoran modal sebesar Rp 1,35 triliun pada Desember 2013 maka target rasio kecukupan modal 17 persen sudah at par dengan industri jadi modal sudah relatif cukup,” ucap Hendiarto dalam pemaparan kinerja Bank Muamalat 2013 di Hotel Intercontinental, Selasa (22/4).

Tambahan modal dengan total Rp 3,5 triliun berasal dari right issue di tahun 2010 sebesar 673 miliar, lalu rights issue di tahun 2013 dengan tambahan modal disetor sebesar 1,35 triliun dan menerbitkan sukuk subordinasi pada 2012-2013 untuk tambahan modal tier 2 sebesar Rp 1,5 triliun. Selain itu modal juga berasal dari laba ditahan dalam beberapa tahun terakhir.

Hendiarto menuturkan dengan natur perkembangan bisnis Bank Muamalat diperkirakan modal inti akan melampaui Rp 5 triliun pasa 2015, sehingga bank syariah pertama ini akan masuk dalam kategori BUKU III. Ditanya mengenai kemungkinan melakukan listing di bursa, Hendiarto menuturkan pihaknya akan terus mengikuti perkembangan secara proporsional. “Dalam 2-3 tahun ke depan kami bisa melakukan IPO pada 2016 atau paling lambat 2017,” cetusnya.

Sementara, Direktur Utama Bank Muamalat, Arviyan Arifin, mengatakan pihaknya akan terus berupaya mempertahankan rasio kecukupan modal dalam batas aman yang ditentukan oleh Bank Indonesia. “Tidak menutup kemungkinan ke depannya akan melakukan penambahan modal baik lewat rights issue atau melalui penawaran ke masyarakat melalui pasar modal (listing). Kami akan melihat kondisi internal dan makro,” kata Arviyan.

Dalam upaya pengembangan bisnis di tahun ini Bank Muamalat juga telah memulai rencana pembangunan kantor pusat yang berlokasi di Kuningan, Jakarta Selatan. Capital expenditure untuk pembangunan kantor tersebut menelan biaya sebesar 78 juta dolar AS atau sekitar Rp 830 miliar. Sampai saat ini pembangunan gedung 22 lantai tersebut telah mencapai lantai 15 dan ditargetkan rampung akhir tahun 2014.

Di tahun 2013 aset Bank Muamalat tumbuh 21,94 persen menjadi Rp 54,7 triliun. Dalam lima tahun terakhir rata-rata dana pihak ketiga tumbuh 32,92 persen, dengan catatan di tahun 2013 dana pihak ketiga mencapai Rp 41,8 triliun. Sementara pembiayaan sebesar Rp 41,7 triliun. Bank Muamalat juga akan tetap mempertahankan rasio pembiayaan terhadap dana pihak ketiga di bawah 100 persen.