Ustadz Bachtiar Nasir usai menjadi saksi pada pemeriksaan kasus pencucian uang di Pold Metro Jaya, Rabu (8/2). Foto: Teuku Muhammad Valdy Arief/kumparan.com

Pilkada Jakarta 2017 Mengkhawatirkan!

[sc name="adsensepostbottom"]

Ada semacam gerakan yang ingin menghalalkan segala cara untuk mencederai kejujuran dan keadilan Pilkada Jakarta

Menurut  Fahira Idris,  lahirnya Gerakan Muslimah Memilih Pemimpin (GMMP)  merupakan  inisiatif untuk mengawal dan memastikan Pilkada DKI Jakarta berlangsung jujur dan adil. Ini berangkat dari keperihatinan terhadap kondisi sosial dan politik yang terjadi menjelang Pilkada DKI Jakarta.

Fahira menilai ada semacam gerakan yang ingin menghalalkan segala macam cara untuk mencederai kejujuran dan keadilan yang menjadi syarat mutlaknya proses berlangsungnya sebuah Pilkada. Hawa Pilkada Jakarta 2017 Mengkhawatirkan!

“Sepanjang gelaran pemilu atau pilkada yang pernah saya ikuti. Pilkada Jakarta kali ini, benar-benar berbeda hawanya, suasana dan konstelasinya. Saya yakin semua dari kita merasakan hal yang sama. Jujur, saya pribadi sangat khawatir dengan kondisi yang terjadi saat ini,” ungkap Fahira.

Jika melihat dan meresapi peristiwa politik yang terjadi belakangan ini, lanjut Fahira, yakni  dimana sesuatu yang salah menjadi benar, sementara yang benar dicari-cari kesalahannya, “Maka, menjadi hal yang wajar jika warga Jakarta mengkhawatirkan penyelenggaraan Pilkada DKI Jakarta 2017 ini, terutama pada puncaknya nanti, yaitu pemungutan dan perhitungan suara,” tegas Wakil Ketua DPD RI ini.

Sebagai warga, lanjut dia, siapa saja berkewajiban membantu dan mengawal penyelenggaraan pilkada. Ini agar penyelenggaraan pilkada bisa bekerja secara tenang dan sesuai dengan koridor peraturan perundang-undangan untuk memastikan sebuah hajatan demokrasi yang bernama Pilkada berjalan jujur dan adil tanpa kecurangan.

Neno Warisman mengatakan, suasana jelang Pilkada DKI Jakarta sudah terlihat ada trik kecurangan. Bahkan dialami dirinya, yakni ketika mengurus surat di kelurahan tempat tinggalnya mengalami kesulitan, dikarenakan surat blanko di kelurahan sudah habis.

“Entah kemana itu blanko di kelurahan bisa habis, tidak seperti biasanya.  Ini meresahkan ada apa? KTP ganda juga sudah beredar. Ini juga dikhawatirkan proses pilkada ada kecurangan,” ujar Neno.

[bctt tweet=”Neno Warisman: Jelang Pilkada DKI, terlihat trik kecurangan!” username=”my_sharing”]

Maka itu, kata Neno, GMMP ini lahir untuk mengawal proses Pilkada DKI Jakarta berjalan jujur dan adil. “Gerakan Muslimah ini  cair, kami tidak karena giring paslon. Tapi mengawal pilkada yang melahirkan pemimpin yang adil, jujur, dan amanah,” pungkasnya.