Ketua Umum BKMM DMI Ustadzah Nurdiati Akma pada Deklarasi dari Ustadzah Bela Negeri", di Gedung DDII, Jakarta, Kamis (9/3).foto:MySharing.

Nurdiati Akma : Rp 700 Ribu Tukarin Surga?

[sc name="adsensepostbottom"]

Maukan kita seperti umat Nabi Musa menukarkan surga yang telah Allah SWT janjikan.

Ketua Umum Badan Koordinasi Majelis Taklim Dewan Masjid Indonesia (BKMM DMI) Nurdiati Akmar bersyukur karena bantuan Allah SWT begitu banyak kepada umat Muslim.

Nurdiati menegaskan, bayangkan,  Ahok sudah dikatakan BPK ada indikasi korupsi Rumah Sakit Sumber Waras. Tapi Ahok dengan lantangnya malah melecehkan dengan mengatakan BPK ngaco. “BPK itu institusi negara dikatain ngaco, and diam saja,” ucap Nurdiati.

Reklamasi Teluk Jakarta, lanjut Nurdiati, Ahok membela para konglomerat China. Ahok dengan gagah mengusir umat Islam seperti sampah. Tentu, kita menangis melihat saudara kita yang sudah puluhan tahun tinggal di sana. Kemudian karena proyek reklamasi, mereka dialihkan ke rumah susun. Perahu mereka untuk mencari ikan pun digantung di rumah susun, saking tidak ada tempat.

“Matilah mereka karena cuma tiga bulan dikasih gratis, setelah itu disuruh bayar. Nggak punya uang, mereka pun keluar dari rumah susun,”  ujar Nurdiati pada Deklarasi dari Ustadzah Bela Negeri, di Gedung Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Jakarta, pekan lalu.

Namun, dengan segala kekuasaan Ahok. Dari mulut Ahok sendiri ketika di Kepulauan Seribu menistakan surat Al Maidah ayat 51. Ini kebaikan Allah SWT mengirimkan malaikat, hingga akhirnya Ahok bisa jadi terdakwa. “Tapi anehnya, terdakwa masih pakai baju batik, masih naik mobil dinas. Massa Allah, kita sakit hati lagi sudah 13 kali persidangan tidak masuk perjara juga,” tukas Nurdiati.

Ketika persidangan ke 8 kali, saat Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH. Ma’ruf Amin sebagai saksi ahli. Ahok dan pengacaranya berulah lagi dengan mulutnya menghina KH. Ma’ruf, sesepuh ulama yang sangat diseganin dan dihormati di negeri ini.

”Alhamdulilah, karena mulut Ahok dan pengacaranya yang menghina KH. Ma’ruf Amin, Nahlatul Ulama (NU) jadi semuanya mendukung Islam. Ini pertolongan Allah SWT,” tegas Nurdiati disambut pekik Allahu Akbar.

Namun kata Nurdiati, dua pertolongan Allah SWT itu masih tidak mempan. Karena Ahok masih bangganya ketika diajak Presiden Joko Widodo untuk menjemput Raja Salman di bandara udara Halim Perdana Kusuma.

”Saudara kita, Patrialis Akbar baru jadi tersangka sudah dikasih baju kuning. Tapi Ahok nggak. Sakit hati lagi kita begitu dilindunginya Ahok,” tukas Nurdiati.

Tapi tegas Nurdiati, ada perintah Allah SWT yang harus kita tegakkan, yakni kalau sudah seperti itu umat Islam dizalimi, mereka menyakiti kita. Mereka minoritas, kita mayoritas. Dan sekarang pasukan-pasukan China berdatangan ke negeri ini. Bahkan Indonesia mau dijadikan Singapura.

”Saudara-saudara, usia saya 67 tahun, tugas saya sudah selesai. Tapi anak dan cucu kita, apa masih bisa tinggal di Jakarta dengan suasana lingkungannya yang membela kafir,” ujarnya.

Dia bercerita lagi, kalau di Jakarta tak dipungkiri ada umat  Muslim yang mendukung kafir. Ketika ditegur  kenapa mengorbankan akidah? ”Jawab ibu itu, saya punya akidah sendiri. Akidah apa?,” tukas Nurdiati geram.

Nurdiati menegaskan, Allah SWT memerintahkan untuk menghancurkan mereka. Tapi hancurkan dengan tanganmu yakni dengan  kekuatan iman. ”Saya sampai kaget, ada satu kecamatan, ustadzahnya  bisa bawa jamaah majelis taklim 50 bus  datang ke tempat Ahok, dapat duit Rp 700 ribu tukarin surga. Laillahaillah,” ucap Nurdiati.

Ketua Forum Silaturahmi Antar Pengajian (FORSAP) ini pun mengingatkan, jangan sampai kita seperti umat Nabi Musa. Yakni, umat Nabi Musa dibawa keluar Mesir pergi ke satu dunia yang telah dijanjikan Allah SWT, yaitu Bumi Suci Palestina.

Dalam surat Al Maidah ayat 20, Musa memerintahkan mereka masuk : “Wahai kaumku! Inilah dunia yang telah Allah janjikan untukmu. Ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika Dia mengangkat nabi-nabi di antaramu, dan menjadikan kamu sebagai orang-orang merdeka, dan memberikan kepada kamu apa yang belum pernah diberikan kepada seorang pun di antara umat yang lain.”

Tapi kata Nurdiati, apa jawaban umat Nabi Musa itu. ”Kami sudah lihat didalam ada manusia besar-besar dan kejam-kejam. Kami tidak akan pernah masuk ke dalam, sebelum mereka semuanya keluar. Musa, kamu saja dan Tuhanmu beresin orang-orang itu didalam.Kami menunggu di luar, setelah semua beres nanti kami masuk.”

”Kurang ajar tidak? Maukah kita seperti umat Nabi Musa?Allah SWT sudah janjikan pada kita yang baik akan menangkan. Anies akan jadi gubernur, asalkan kita semua turun. Harta kita, nyawa kita serahkan kepada Allah SWT. Sekarang ini pilihannya hanya 2, kafir apa Muslim?Kristen apa Islam, itu saja!Kalau  mau masuk neraka bareng Ahok. Kalau pilih Anies. Insya Allah masuk surga,” tegas Nurdiati.