Ustadz muda yang sekarang sedang naik daun – Erick Yusuf mengungkapkan, bahwa sudah selayaknya Jakarta sebagai ibukota Indonesia negara berpenduduk terbesar di dunia untuk mempunyai seorang pemimpin Muslim.
Menurut Erick Yusuf, ada dua alasan kenapa kita harus memilih pemimpin Muslim.
“Pertama, kenapa kita harus memilih pemimpin Muslim? Tntu itu adalah karena aqidah syariah. Itu penting sekali!” tegas Erik saat ditemui MySharing akhir pekan lalu di Jakarta.
Menurut Erick, sebagai ummat Muslim kalau kita tidak bisa menjalankan syariat ibadah kita dengan optimal, misalnya karena terhambat oleh pemimpinnya, maka hal itu akan menjadi masalah.
“Lihat saja, ketika khamar atau minuman keras itu dlegalkan, terganggu atau tidak kita? Lalu kalau daging anjing dilegalkan penjualannya, terganggu atau tidak? Sementara itu, kalau potong kambing di saat Hari Raya Iedul Adha di sekolah-sekolah itu juga dilarang, terganggu atau tidak kita? Maka, kalau semua yang terganggu-terganggu itu dibiarkan saja, lama-lama kita akan menjadi semakin terbatas ruang gerak kita. Lama-lama bisa jadi kita akan susah untuk melakukan hal-hal kebaikan,” demikian ujar Erick Yusuf dengan tegas.
Lalu alasan yang kedua kenapa kita harus memilih pemimpin Muslim, menurut Erick adalah, karena berdasarkan secara logika saja, bahwa penduduk Negara Indonesia ini yang terbesar adalah ummat Muslim.
“Kalau Negara dengan pendidik terbesar umat muslim namun tidak dipimpin oleh pemimpin Muslim, bagaimana kemudian kita bisa mengeluarkan potensi –potensi dari ummat Muslim kita? Ekonomi syariah bisa menjadi nggak jalan. Lalu semua potensi ummat Muslim nggak jalan. Tidak mungkin ada yang namanya potensi ummat Muslim akan muncul, kalau pemimpinnya bukan Muslim!. Jadi ya sudah merupakan suatu hal yang logis sekali, bahwa Negara dengan berpenduduk terbesar Muslim, ya harus dipimpin Pemimpin Muslim!” demikian tegas Ustadz Erick Yusuf lagi.
Karena itu, lanjut Erick Yusuf, persoalan memilih pemimpin yang Muslim ini adalah bukan hanya di ranah ibadah saja. Namun juga terkait dengan masalah muamalahnya.
“Jadi tidak benar, kalau ada yang mengatakan bahwa memilih pemimpin daerah itu adalah jangan disamakan dengan memilih pemimpin agama. Memilih pemimpin itu adalah satu kesatuan yang utuh,” demikian tutup Ustadz Erick Yusuf.

