Aksi ini untuk menghadang kasus intimidasi seperti yang bopeng-bopeng itu lakukan saat putaran pertama Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta.
Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) akan menggelar aksi bertajuk “Tamasya Al-Maidah”, di hari H Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta putaran kedua, yang akan digelar pada 19 April 2017 mendatang.
Advokasi GNPF MUI Kapitra Ampera mengatakan, aksi “Tamasya Al-Maidah” ini dilakukan agar Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) bisa berjalan dengan damai dan jujur.
“Tamasya Al-Maidah, pada intinya kami dari GNPF MUI ingin agar Pilkada DKI Jakarta dapat berjalan damai, tertib dan jujur. Mengapa namanya “Tamasya Al-Maidah”, ini karena spiritnya kan dari 212 juga yang memperjuangkan surat Al-Maidah ayat 51,” ungkap Kapitra, di Jakarta, Rabu (15/3).
Kapitra menjelaskan, aksi ini akan digelar di hari-H pencoblosan Pilgub DKI pada 19 April 2017 mendatang. Relawan GNPF MUI akan mendatangi Tempat Pemilihan Suara (TPS) untuk menjaga intimidasi, provokasi, dan pemaksaan untuk memilih calon tertentu. “Kita tidak ingin ada lagi kasus intimidasi seperti yang bopeng-bopeng itu, yang sampai menantang tentara,” tukas Kapitra.
GNPF MUI, lanjut dia, juga akan memastikan relawannya tidak melakukan pemaksaan. Karena aksi Tamasya Al-Maidah ini semata-mata untuk membuat suasana damai, bukan untuk memilih pasangan tertentu.
“Kita ingin Jakarta aman dan tenteram. Demokrasi itu bukan siapa yang dipilih. Namun bagaimana memilih pemimpin dengan adil, damai, dan transparan. Tentu saja kita tidak melakukan itu pemaksaan,” papar Kapitra.
Menurutnya, GNPF MUI akan berkoordinasi dengan kepolisian terkait dengan aksi ini. Bahkan, juga akan mengajak aparat bergabung dalam aksi damai itu, karena sama-sama untuk menjaga suasana damai.
“Tamasya Al-Maidah ini aksi damai. Kami ajak serta TNI, Polri, dan Satpol PP. Kita bersinergi bersama-sama wujudkan Pilkada DKI Jakarta damai, tertib, tentram, dan jujur,” ujar Kapitra.

