Umat Islam harus memanfaatkan potensi yang menjadi kekuatan dahsyat. Apa saja?
Cendikiawan Muslim Didin Hafiduddin mengajak umat Islam Indonesia untuk tetap bersabar dalam menghadapi berbagai ujian. Menurut Didin, banyaknya berbagai masalah yang menimpa negeri ini dan juga diri kita, hendaknya jangan membuat umat Islam putus asa. Umat Islam harus terus mendekatkan diri kepada Allah SWT.
“Dengan bertaqarrub kepada Allah SWT, insya Allah akan diberikan berbagai rahmat dan solusi kepada kita semua,” ujar Didin dalam tausyiahnya di Masjid Az-Zikra, Sentul Bogor, Jawa Barat, Minggu (19/3).
Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Wantim MUI) ini mengingatkan bahwa umat Islam sudah diberikan anugerah dengan berbagai macam potensi. Kalau umat Islam bersatu dalam barisan yang solid, semua saling berkaloborasi antar kelompok, antar gerakan umat Islam. “Insya Allah potensi yang ada itu akan menjadi kekuatan yang dahsyat,” tegas Didin.
Potensi kekuatan dahsyat itu dijabarkan Didin menjadi lima. Potensi pertama adalah ajaran Islam, yakni pedoman kehidupan umat Islam yang komprehensif, masih banyak ayat Al Quran atau hadist Nabi yang belum kita gali keilmuannya.
Kedua, yaitu potensi umat Islam itu sendiri. Sebagai umat Islam harus beryukur karena menurut Didin, jumlah umat Islam semakin hari selalu bertambah. Di Amerika Serikat (AS) Donald Trump kencang melarang imigran Muslim, tapi ternyata semakin banyak yang masuk Islam, di sana hampir setiap hari ada yang masuk Islam. .
”Belum lama ini, saya pulang dari Thailand, di sana itu umat Islam jumlahnya 10 persen atau sekitar 7 juta orang, dalam seminggu ada 5-6 orang masuk Islam,” ujar Didin.
Ketiga, adalah potensi sumber daya alam. Menurut Didin, sumber daya alam di negara-negara Muslim itu biar biasa apalagi di Indonesia. Walaupun saat ini masih dikuasi kelompok tertentu, tetapi sesungguhnya itu milik bangsa Indonesia yang harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.
Kemudian, lanjut Guru Besar IPB ini, keempat yaitu potensi sejarah. Didin menegaskan, umat Muslim harus ingat sejarah bahwa yang memapu menciptakan peradaban itu adalah agama Islam. “Peradaban Islam itu sangat manusiawi dan laur biasa, semua ilmu pengetahuan muncul saat perabadan Islam berkuasa,” jelasnya.
Adapun potensi kelima adalah pertolongan dari Allah SWT. Didin menegaskan, sudah banyak pertolongan Allah SWT kepada umat Islam. Yakni ketika aksi Bela Islam 411 dan Aksi Super Damai 212, dalam momen tersebut banyak pertolongan Allah SWT. Bahkan kemarin, ketika gencar propaganda anti Arab, lalu muncul Raja Salman yang mereakan itu semua. “Sampai-sampai yang anti Arab malah berfoto selfie sama Raja Arab,” ujar Didin.
Didin pun berpesan, bahwa kelima potensi tersebut adalah anugerah Allah SWT yang harus dimanfaatkan dengan baik, sehingga menjadi kekuatan yang luar bisa untuk kebangkitan Islam di Indonesia.

