Bank panin syariah
Dari Kiri: Wakil Presiden Direktur Bank Panin Roosniati Salihin, Group CEO Dubai Islamic Bank Adnan Chilwan, Presiden Direktur Bank Panin Herwidiyatmo, Direktur Utama Panin Dubai Syariah Deny Hendrawati menampilkan logo Panin Dubai Syariah, Selasa (21/3). Foto: MySharing

Panin Dubai Syariah Bidik Pertumbuhan 15% di 2017

[sc name="adsensepostbottom"]

Panin Dubai Syariah berupaya memperbesar porsi ritel.

Direktur Utama Panin Dubai Syariah Deny Hendrawati menuturkan, pada tahun lalu bisnis Panin Dubai Syariah tumbuh di atas rata-rata industri. Pada 2016, aset tumbuh hingga 22 persen, pembiayaan 13 persen dan dana pihak ketiga (DPK) 16 persen. Sementara aset industri tumbuh 11 persen, pembiayaan 11 persen dan DPK 14 persen.

“Untuk tahun ini pertumbuhan ditargetkan 15 persen itu menurut kami sudah cukup baik dengan kondisi yang ada. Strategi bisnisnya adalah kami berusaha melebarkan jaringan untuk memberikan layanan dan produk yang variatif dan diferensiasi unttuk dapat pendanaan lebih baik di dana murah dan ritel banking,” paparnya.

Ia mengemukakan, ritel banking membutuhkan teknologi dan produk yang variatif. Oleh karena itu, Panin Dubai Syariah akan mengembangkan teknologi dengan dukungan Dubai Islamic Bank (DIB) dan Bank Panin sebagai pemegang saham mayoritas.

“Teknologi produk dari DIB akan coba disinergikan sehingga bisa mengembangkan Panin Dubai Syariah. Sejak 2016 memang sudah ada perubahan teknologi sehingga bisa menjadi lebih baik seperti EDC dan lainnya. Dengan perubahan itu nantinya ke arah teknologi keuangan,” ungkap Deny.

Selain itu, pihaknya juga akan berupaya memperbesar porsi ritel dari 40 persen menjadi 60 persen, serta memperbaiki rasio pembiayaan bermasalah (non performing finance/NPF). “Harapannya NPF tidak lebih dari dua persen oleh karena itu kami akan mengucurkan pembiayaan lebih aktif,” cetusnya. Pada 2016 NPF tercatat sebesar 2,6 persen, sedangkan saat ini menurun menjadi 2,3 persen.