Ikatan Dai Indonesia (IKADI) mendeklarasikan dukungan kemenangan calon gubernur DKI Jakarta Anies-Sandi, yang diharapkan membawa amanah rakyat.
Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta putaran kedua, dukungan terus mengalir kepada pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Salahuddin Uno. Salah satunya adalah deklarasi dukungan pemenangan dari Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) yang digelar di Wisma Ikatan Dai Indonesia (IKADI), Jl Bambu Apus No. 63, Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (6/4).
“Hari ini, Kamis, 14 Rajab 1438 H bertepatan dengan 6 April 2017 kami para ulama habaib dan dai yang tergabung dalam IKADI se-DKI Jakarta menyatakan dukungan untuk pemenangan gubernur pasangan nomor urut tiga, bapak Anies Baswedan dan Sandiaga Uno,” ungkap Sekretaris PW Ikadi DKI Jakarta, KH Muhammad Thamrin saat membacakan deklarasi dukungan kepada Anies dan Sandi.
Mendapatkan dukungan tersebut, Anies sangat terharu. Anies mengatakan, dukungan dari siapapun adalah amanah yang akan ditunaikannya bila menjadi gubernur DKI Jakarta terpilih.
“Kami mendapatkan dukungan dari berbagai golongan dan kelompok apapun. Saya merasa ini adalah amanah dari rakyat. Dan gubernur adalah gubernur bagi seluruh warganya bukan sekelompok orang saja,” ujar Anies.
Anies menyatakan perjalanan selama kampanye ini adalah perjalanan spiritual. Kampanye, menurutnya, tidak hanya menyampaikan visi-misi namun lebih banyak mendengarkan aspirasi masyarakat.
“Perjalanan ini menunjukkan sisi lain dari Jakarta. Saya melihat bahwa Jakarta bukan hanya kumpulan benda mati, fisiknya saja. Tapi yang harus dikenal adalah kumpulan warga, rakyat, masyarakat. Maka yang harus dimajukan masyarakatnya, bukan sekadar benda matinya,” ujar Anies.
Dalam sambutannya, Anies juga menyinggung soal pendidikan di Jakarta. Ia komitmen untuk memajukan pendidikan melalui program KJP Plus. Selain itu Anies juga memaparkan program kewirausahaan yang akan dilakukan untuk masyarakat, yakni program OK-OCE.
Anies juga menyinggung soal rencana program DP rumah nol rupiah. Anies merasa sedih karena ternyata masih banyak warga Jakarta yang belum memiliki rumah, alias masih mengontrak. Menurut Anies, masyarakat Jakarta sejatinya bukan tidak mampu mencicil rumah seharga Rp350 juta. Tetapi yang tidak sanggup dilakukan masyarakat adalah membayar uang muka (DP) yang bila harga rumahnya Rp350 juta, maka DP-nya sekitar Rp50 juta. “Uang dari mana itu?. Jika terpilih nanti, kami akan sejahterakan warga Jakarta memiliki rumah sendiri dengan tanpa DP,” ujar Anies. .

