Besok, 100 Ribu Peserta Tamasya Al Maidah akan Kawal Pilgub Jakarta

[sc name="adsensepostbottom"]

Jika terjadi intimidasi dan kecurangan pencoblosan akan disoraki!

Sejumlah tokoh agama dan alumni aksi 212 berencana menghelat Tamasya Al Maidah pada hari pencoblosan Pilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta putaran dua, Rabu (19/4) besok.

Ketua Panitia Tamasya Al Maidah Ansufri ID Sambo mengatakan, Presidium Alumni 212 yang Aksi ini dipastikan tetap digelar  meski Polda Metro Jaya, KPU DKI Jakarta, dan Bawaslu DKI Jakarta telah melarang pengerahan massa dengan mengeluarkan maklumat bersama.

Menurutnya, aksi Tamasya Al Maidah  ini akan jauh lebih damai dan tertib dibadingkan aksi-aksi sebelumnya. Pasalnya,  aksi  ini dilatarbelakangi oleh Surat Al Maidah ayat 51 yang telah dinista Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, sehingga umat Islam merasa terguncang hatinya.

Adapun dinamakan aksi Tamasya Al Maidah lantaran ingin mengawal Pilkada seperti halnya orang bertamasya. “Yang namanya tamasya, orang yang berkunjung ke Jakarta untuk menyaksikan kalau Pilkada ini berlangsung dengan jujur. Karena kami yakin kalau jujur umat Muslim pasti akan menang,” ujar Ansufri dalam konferensi pers di  Aula Buya Hamka, Masjid Al-Azhar, Jakarta, Senin (17/4).

Ansufri mengatakan, ada sekitar 100 ribu peserta aksi yang telah mengonfirmasi datang ke Jakarta saat pencoblosan Pilkada DKI 2017 putaran kedua, Rabu besok (19/4). Mereka tergabung dari sejumlah daerah baik Jabodetabek, Medan, Madura, dan daerah lainnya.

Rencananya 100 ribu orang akan diturunkan langsung memantau setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Jakarta. Dengan jumlah TPS yang diketahui sebanyak 13.034 lokasi. “Maka hitungannya akan ada sekitar 1,3 juta massa yang digerakkan dalam Tamasya Al Maidah,” ujar Ansufri.

Para peserta aksi yang datang dari luar daerah nantinya, akan diterima masjid dan mushala yang ada di Jakarta untuk menginap. Panitia Tamasya Al Maidah akan terus berkomunikasi menggandeng seluruh masjid dan musala di Ibu Kota untuk dapat menerima massa tersebut.

“Ini demi mengawal kemenangan umat Islam agar tidak dicederai oleh kecurangan-kecurangan. Walaupun sudah dilakukan oleh KPU dan lainnya, kami mensinyalir belum kuat. Ini supaya demokrasi tidak dicederai,” tutur Ansufri.

Nantinya, lanjut dia,  para peserta Tamasya Al Maidah akan digerakkan ke sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang lokasinya berdekatan dengan masjid atau musala tempat  mereka menginap. Jemaah akan memantau jalannya pemungutan suara di sana dari jau

Tiga Tugas Tamasya Al Maidah

Ansufri mengatakan, setidaknya ada tiga tugas yang akan dilakukan oleh massa aksi Tamasya Al Maidah yang akan datang ke Jakarta. Pertama, yaitu massa aksi akan datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan memantau dari jarak sekitar 20 meter, sehingga para pemilih tidak merasa terintimidasi.

Tugas kedua, adalah kalau terjadi intimidasi, kecurangan akan disoraki. Selama ini kata Ansufri, sudah terjadi tapi dibiarkan oleh petugas TPS atau aparat. “Makanya, kita datang agar aparat berani menegakkan kejujuran. Kita beri dukungan kepada aparat,” ujar Ketua Presidium Alumni 212.

Adapun tugas ketiga yaitu, setelah proses pencoblosan selesai dan berlangsung damai maka massa aksi akan berkumpul di Masjid Istiqlal. “Kita akan berkumpul ke Istiqlal sampai magrib, bertakbir merayakan kemenangan umat Islam. Karena kita yakin kalau jujur, umat Islam akan menang,” tegas Ansufri.