Tim pengacara GNPF MUI Kapitra Ampera saat konferensi pers di AQL Islamic Center, Tebet, Jakarta, Selasa (16/5). Foto: mysharing.

Ini Alasan Habib Rizieq Mangkir dari Panggilan Polisi

[sc name="adsensepostbottom"]

Panggilan itu bukan penegakkan hukum, tapi  membunuhan karakter Habib Rizieq Shihab.

Polda Metro Jaya sudah dua kali melayangkan surat panggilan kepada Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab, untuk dimintai keterangannya sebagai saksi dalam kasus “Baladacinta”. Namun hingga kini keberadaan Habib Rizieq masih di Arab Saudi.

Anggota tim kuasa hukum Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI), Kapitra Ampera mengatakan, Habib Rizieq tidak kembali ke Indonesia bukan karena takut, tetapi ada beberapa pertimbangan yang beliau perhatikan.

“Habib Rizieq sebenarnya Sabtu kemarin sudah bersiap kembali ke Indonesia, tetapi dengan pertimbangan yang beliau rasakan dan ketidakadilan. Ini bukanlah penegakkan hukum tetapi pembunuhan karakter. Maka beliau memutuskan untuk tidak kembali ke Indonesia,” kata Kapitra pada konferensi pers di AQL Islamic Center, Jakarta, Selasa (16/5).

Alasan yang pertama, kata Kapitra, Habib Rizieq tidak bisa memenuhi panggilan pertama karena sedang umroh. Lalu, pada panggilan kedua, Habib Rizieq tidak datang karena anaknya melahirkan. Selain itu Habib Rizieq juga tengah menyelesaikan studinya di Malaysia.

“Selesai ibadah umrah,  Habib Rizieq dapat panggilan menyelesaikan gelar S3-nya di Kuala lumpur. Karena batas waktu untuk menyelesaikan PhD-nya sebetulnya 2015,” ungkap Kapitra.

Selain itu, tambah Kapitra, Habib Rizieq juga mempertimbangkan hal lainnya kenapa setelah dari Malaysia beliau kembali lagi ke Arab Saudi. Ini dikarenakan yakni kasus yang ditujukan kepada beliau di rekayasa sejumlah pihak untuk menjatuhkan nama baiknya. Sehingga ketika beliau kembali ke Indonesia ada yang akan melakukan pembunuhan karakter kepadanya.

“Adanya kepentingan lain yang sengaja memfitnah dan menjatuhkan harkat  martabat serta membunuh karakter Habib Rizieq, sehingga  dapat menghilangkan kepercayaan umat kepada beliau,” ujar Kapitra.

Selain itu, alasannya lainnya,  kata Kapitra, karena berdekatan dengan bulan suci Ramadhan, sehingga Habib Ririeq ingin umat Islam fokus beribadah. Ini merupakan beberapa alasan berdasarkan pesan langsung dari Habib Rizieq ingin menahan diri tidak datang memenuhi panggilan.

Menurut Kapitra, kasus itu bukan penegakkan hukum sekali pun Habib Rizieq sebagai saksi, muatan politiknya begitu kental. “Habib Rizieq mau dipermalukan, dijadikan tersangka. Akan membuat reaksi kegaduhan pada umat Islam. Habib Rizieq tidak ingin ada kegaduhan, makanya beliau menahan diri tidak kembali ke Indonesia,” ujar Kapitra.

[bctt tweet=”Ini bukanlah penegakkan hukum tetapi pembunuhan karakter” username=”my_sharing”]