Aksi ini sebagai bentuk perjuangan umat Muslim Yerusalem melawan perbuatan biadab zionis Israel.
Hari ini, 21 Juli 2017, Masjid Al Aqsa akan menjadi pusat shalat Jumat. Pasalnya, umat Muslim di Kota Yerusalem sepakat untuk menutup seluruh masjid di Kota Yerusalem.
Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri Majelis Ulama Indonesia (MUI), Muhyiddin Junaidi, mengatakan bahwa upaya itu dilakukan sebagai cara umat Muslim di sana untuk memaksa pemerintah Israel agar kembali membuka akses terhadap kompleks Masjid Al-Aqsa yang ditutup sejak Jumat pekan kemarin, 14 Juli 2017.
Muhyiddin menyampaikan, Al-Aqsa diupayakan menjadi satu-satunya masjid di Yerusalem yang menjadi tempat untuk umat Muslim melaksanakan ibadah salat Jumat hari ini. “Umat Islam sepakat untuk menutup semua masjid besok untuk salat Jumat di seluruh Yerusalem dan akan berkumpul untuk salat di Masjidil Aqsa,” ujar Muhyiddin, pada konferensi pers pernyataan sikap MUI di kantor MUI Pusat, Jakarta, Kamis (20/7).
Kompleks masjid yang merupakan salah satu tempat suci umat Islam selain Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah, Arab Saudi, itu ditutup usai peristiwa penyerangan bersenjata oleh warga Palestina yang menewaskan polisi Israel, minggu pekan lalu.
Menurut Muhyiddin, peristiwa penutupan kompleks masjid oleh Israel adalah bukti nyata pemerintah Israel memiliki niat menindas bangsa Palestina. Apalagi, Israel merasa di atas angin di hadapan negara-negara Arab. Sejak konflik tahun 2011, sehingga Israel semakin berani untuk melakukan hegemoni melebarkan sayap dan melakukan ekspansi wilayah.
“Kebiadaban Israel semakin nyata. Semoga peristiwa ini menjadi perhatian pemimpin Islam, terutama negara Arab,” tukas Muhyiddin.

