Ustadz Ferry: Kita Harus Ingatkan Janji Jokowi untuk Bebaskan Palestina

[sc name="adsensepostbottom"]

Janji Jokowi itu bukan kepada satu dua orang, tapi disaksikan jutaan mata.

Dalam janji kampanyenya, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) akan berjuang untuk pembebasan Palestina. Para tokoh agama pun mengingatkan agar Presiden Jokowi menepati janjinya tersebut.

Ketua Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina (KISPA), Ustadz Ferry Nur mengatakan, bahwa realisasi Presiden Jokowi soal pembebasan Palestina sampai sekarang ini belum 100 persen dilaksanakan.Oleh sebab itu, kita sebagai rakyat  berkewajiban mengingatkan Jokowi untuk komitmen dan berpegang teguh pada janjinya yang disampaikan pada saat kampanye Pilpres 2014 lalu.

“Kita sebagai rakyat wajib ingatkan janji beliau untuk berkomitmen. Karena janjinya itu bukan kepada satu atau dua orang, tapi disaksikan jutaan pandangan mata itu disampaikan pada kampanye Pilpres 2014l,” kata Ustadz Ferry Nur kepada MySharing ditemui disela-sela Aksi Solidaritas Bela Aqsa di lapangan Masjid Agung Al Azhar, Jakarta, Jumat pekan lalu.

Menurut Ustadz Ferry,  sudah kewajiban bagi rakyat Indonesia untuk senantiasa mengingatkan janji presidennya. “Itu lah kewajiban komponen masyarakat untuk mengingatkan siapa saja yang lupa, walaupun dia seorang presiden,” ungkapnya.

Pembelaan terhadap Palestina, tidak hanya dilakukan oleh KISPA. Tapi juga oleh Aliansi Indonesia Membela Aqsa. Ustadz Ferry juga bersyukur Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI sudah mengeluarkan pernyataan sikap mengenai kondisi terkini di Masjid Al Aqsa.

KISPA, kata Ustadz Ferry,  menghargai pendapat Kemenlu tersebut, walaupun  agak telat dibandingkan dengan beberapa negara lain. “Indonesia harusnya jadi pionir garda terdepan dalam bersikap ketika tempat ibadah umat Muslim dinodai seperti itu. Bukankan semua tahu bahwa Masjid Aqsa adalah situs bersejarah kaum Muslim, dan itu disampaikan oleh PBB,” ujarnya.

Ustadz Ferry mengabarkan kondisi Palestina terkini. Bahwasanya, untuk memasuki masjidil Aqsa umat Islam harus melewati alat detector, hal tersebut tentu saja sangat menyakitkan hati Umat Islam.

“Ke masjid Aqsa nggak bisa. Kalaupun dia masuk harus lewat detektor yang dijaga penjajah. Orang Islam ingin shalat di tempat ibadahnya, harus dapat izin dari penjajah. Ini yang dilawan oleh Muslimin di Palestina. Ini merupakan suatu kedzaliman yang ditampilkan,” kata Ustadz Ferry.

Penutupan Masjid Aqsa saat ini merupakan yang ketiga kali setelah dijatuhkan zionis Israel pada tahun 1967 dan pada bulan Agustus tahun 1969.