Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie saat konferensi pers di Kantor ICMI, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (9/8/2017).

ICMI akan Gelar ‘Pengajian Konstitusi’ Membahas Isu-Isu Terkini

[sc name="adsensepostbottom"]

Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) berencana membuat gebrakan baru untuk merespon isu-isu terkini terkait politik, hukum, ekonomi dan regulasi pemerintah.

Hal itu disampaikan langsung oleh Ketua ICMI, Jimly Asshidiqie saat jumpa pers tentang “Sikap ICMI Terhadap Fenomena Aktual Terkini” di Kantor Pusat Kegiatan ICMI, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (9/8/2017).

Ia mengatakan, ICMI ingin melakukan pengajian konstitusi yang digelar setiap satu pekan sekali. Untuk sementara waktu, Pengajian Konstitusi ini akan digelar setiap hari Rabu mulai pukul 13.00 WIB.‎ Nantinya, dalam pengajian ini akan membahas tentang implementasi konstitusi dalam kehidupan bernegara.

Menurutnya, pengajian ini menjadi penting mengingat sebagai bangsa yang plural, masyarakat perlu diingatkan secara kontinyu tentang sistem rujukan bersama yakni konstitusi dan Pancasila.

“Di tengah kebebasan ini kita memerlukan kesadaran tentang common refrence, kesepakatan kolektif sebagai anak bangsa,” tuturnya di Kantor ICMI, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (9/8/2017).

Jimly menyatakan, pada era keterbukaan informasi sekarang ini, maka tidak akan ada lagi yang namanya saling rahasia,  “Ngomong di dalam (internal) dan di luar (di media) sama saja,” katanya.

“Makanya saya ajak untuk ngaji konstitusi. Kita bisa mulai dari bagaimana cara hidup dalam kehidupan dan bernegara kita di era perkembangan teknologi, informasi, dan komunikasi membuat kita harus jujur pada kenyataan. Apa yang kita pikirkan dengan yang kita katakan harus sama. Maka bicaralah yang baik-baik atau diam saja,”Ujar Jimly.

Ia pun berharap, dengan adanya kajian ‎ini, timbul kesadaran bersama dalam merespon persoalan bangsa untuk menjaga nilai-nilai luhur Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika dalam bingkai NKRI.

Selain itu, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini pun mengungkapkan ada beberapa tokoh yang pernah mengikuti kajian konstitusi.

Bahkan, sudah banyak di antara para alumni itu yang kini menjadi pejabat di negara ini. “Lihat saja Yuddy Chrisnandi,‎ Fahri hamzah, Fadli Zon. Mereka juga pernah ikut kajian,” Ujar Jimly.