Dalam memaknai Idul Adha tahun ini, Ketum ICMI mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga kerukunan antar umat beragama.
Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) – Jimly Asshiddiqie dalam diskusi “Pengajian Konstitusi” di Jakarta kemarin (30/8/2017) mengajak seluruh komponen bangsa untuk memaknai Hari Raya Idul Adha sebagai momen untuk meningkatkan kerukunan antar-umat beragama.
“Saya sebagai Ketum ICMI menghimbau seluruh warga negara menjadikan momentum Idul Adha sebagai momentum memperhitungkan kembali kerukunan antar-umat beragama,” demikian ungkap Jimly.
Menurut Jimly, Idul Adha sendiri adalah sebuah sejarah kemanusiaan. Sejarah agama Samawi yang dimulai dari Nabi Ibrahim.
- CIMB Niaga Business Summit 2026 Usung Vision Made Possible Dukung Perusahaan Indonesia Tumbuh Berkelanjutan
- Prudential Syariah Luncurkan Asuransi Jiwa PRUCare 360 Syariah
- Pembiayaan Emas Bank Muamalat Melonjak Signifikan, Tembus Rp1,9 Triliun
- BSI Perkuat Ekosistem Wakaf Produktif, Dorong Potensi Rp180 Triliun Jadi Kekuatan Ekonomi Umat
“Ibrahim merupakan nenek moyang seluruh penduduk di dunia, baik yang menganut agama Yahudi, Nasrani maupun Islam. Ketiga agama ini punya akar sejarah yang sama. Untuk apa bertengkar sampai abad 21 tidak beres. Padahal referensi ketiga agama itu sama,” tegas Jimly.
Jimly kemudian menekankan, bahwa permasalahan terorisme, radikalisme, adalah dimulai dari ketidakmampuan kelompok manusia tertentu menghadapi kenyataan. Mereka juga tidak bisa menerima kemajemukan dengan tangan terbuka.
Sehingga Jimly lalu menyarankan, seharusnya momentum Idul Adha ini bisa kita manfaatkan untuk saling peduli, dan saling berbagi kepada sesame anak bangsa.
“Semangat Idul Adha adalah ‘caring, sharing dan giving,” demikian ujar Jimly Asshiddiqie, Ketua Umum ICMI.

