Acara ini merupakan momentum menceritakan kondisi kerukunan umat beragama di Indonesia.
Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin menyambut baik rencana keikutsertaan umat Buddha di Indonesia pada acara Buddhist Summit ke-VII yang akan digelar di Kota Colommbo, Sri Lanka pada 2-7 November 2017 mendatang.
“Selaku Menag, Saya mengapresiasi, ada perwakilan warga negara kita di acara yang dihadiri oleh berbagai masyarakat Buddha dunia,” ujarnya saat menerima Pimpinan Yayasan Dhammacakka, Bhikkhu Sukhemo di Kantor Kementerian Agama (Kemenag).
Lukman berharap, Bhikkhu Sukhemo dan kawan-kawan memberi gambaran tentang Indonesia, utamanya tentang kerukunan umat beragama. “Silahkan sebar dan beritakan keadaan kerukunan umat beragama di negara Indonesiaa yang meski mempunyai umat Islam terbesar di dunia, namun agama lain diberlakukan sama. Semua hari besar agama diakui dan menjadi hari libur nasional. Bahkan di Kementerian Agama ada Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat berbagai agama,” kata Menang dilansir dari laman resmi Kemenag, Jumat (29/9).
Pada kesempatan itu, Bhikkhu Sukhemo menyampaikan, keikutsertaan Indonesia di Buddhist Summit ini menjadi momentum menceritakan kondisi Indonesia, tentang kerukunan intern umat beragama, tentang kerukunan antarumat beragama dan antara umat beragama dengan pemerintah.
Dalam kesempatan tersebut, Bhikkhu Sukhemo juga mengundang Menag untuk menghadiri Buddhist Summit yang diselenggarakan di Sri Lanka.

