Hadiri Sidang Umum ke-39 The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) di Paris, Perancis, Mendikbud Muhadjir Effendy tegaskan komitmen Indonesia dalam Pembangunan Berkelanjutan, Kamis (2/11/2017) silam.
Dalam sidang umum tersebut, Mendikbud menegaskan komitmen penuh indonesia dalam menyukseskan tujuan pembangunan yang berkelanjutan.
Pemerintah Indonesia memberikan perhatian penuh pada upaya peningkatan akses pada layanan pendidikan yang berkualitas sebagai langkah penting dalam menyukseskan semua tujuan pembangunan berkelanjutan.
Terkait
- Fauzi Arfan Resmi Terpilih sebagai Ketua Umum AASI 2026–2029
- Milad ke-34, Bank Muamalat Perkuat Sinergi Filantropi: Renovasi Masjid-Musala di Wilayah Bencana Sumatera
- Milad ke-34, Bank Muamalat Teguhkan Komitmen Tumbuh Bersama dan Memberi Manfaat
- BCA Syariah Gelar Aksi Donor Darah dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis
View this post on Instagram
“Indonesia telah mencapai kemajuan yang signifikan di sektor pendidikan. Sebanyak 72,3 persen anak Indonesia telah mengikuti pendidikan anak usia dini. Di awal tahun ini, Indonesia dianugerahi penghargaan UNESCO untuk Pendidikan Perempuan dan Wanita, atas programnya yang dianggap luar biasa dalam pengarusutamaan gender,” ujar Mendikbud saat membuka pidatonya pada Sidang Umum ke-39 The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) di Paris, Perancis, Kamis (2/11/2017).
Sidang umum ke-39 ini berlangsung sejak 31 Oktober sampai dengan 15 November 2017 dengan lima komisi, yaitu komisi pendidikan, komisi kebudayaan, komisi sains, komisi sosial dan humaniora serta komisi informasi dan komunikasi. Saat ini UNESCO memiliki 194 negara anggota dan 8 anggota asosiasi.
Perlu di ketahui Sustainable Development Goals (SDGs) atau yang sering disebut sebagai tujuan pembangunan berkelanjutan merupakan sebuah target capaian 17 tujuan dengan 169 capaian yang terukur dan tenggat.Hal ini telah ditentukan oleh PBB sebagai agenda dunia pembangunan untuk kemaslahatan manusia dan planet bumi.
Menurut Muhadjir, pemerintah sudah memberikan perhatian penuh kepada upaya-upaya peningkatan akses pada layanan pendidikan yang berkualitas sebagai langkah penting menyukseskan semua tujuan pembangunan berkelanjutan.
Muhadjir mengatakan bahwa Indonesia telah mencapai kemajuan yang signifikan dalam sektor pendidikan.Hal ini dibuktikan dari 72,3 persen anak Indonesia yang telah mengikuti pendidikan usia dini.
Selain itu, bukti lainnya Indonesia dianugerahi penghargaan pada awal tahun ini Indonesia dianugerahi penghargaan UNESCO untuk pendidikan perempuan dan wanita atas program yang dianggap luar biasa karena telah menghilangkan paradigma gender mainstream.
Muhadjir mengungkapkan angka partisipasi untuk sekolah dasar sudah lebih dari 100%, tingkat putus sekolah sudah turun juga menjadi 0,26%, dan tingkat melek huruf di kalangan muda telah mencapai hampir 100%.
Dia menjelaskan, adanya Program Indonesia Pintar menjadikan pendidikanpun maju secara signifikan. Terkait upaya menghadapi bonus demografi, langkah strategis yang dilakukan ialah merevitalisasi kurikulum nasional dengan mengintegrasikan karakter, kompetensi, dan literatur untuk membekali para peserta didik dengan keterampilan abad ke-21.
”Sebagai upaya meningkatkan produktivitas dan daya saing bangsa, revitalisasi pendidikan kejuruan juga menjadi prioritas utama yang baru saja kita mulai,” ujarnya. Kemajuan pendidikan di Indonesia pun ditopang oleh sekolah swasta.

