Mohammad Nuh - Ketua Badan Pelaksana BWI

M. Nuh, “Wakaf Jangan Hanya Potensi, Namun Harus Jadi Kekuatan Riil”

[sc name="adsensepostbottom"]

Ketua Badan Pelaksana Badan Wakaf Indonesia yang baru saja terpilih, Mohammad Nuh berharap, bangsa Indonesia benar-benar harus bisa mengoptimalkan potensi dana wakaf di Indonesia yang sangat besar.

Hal tersebut dikemukan M. Nuh, usai terpilih menjadi Ketua Badan Pelaksana Badan Wakaf Indonesia (BWI) 2017 – 2020 dalam rapat pleno BWI kemarin (29/11) di Jakarta.

“Potensi wakaf luar biasa besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam berbagai bidang dan mendukung perekonomian nasional. Namun, kita tidak boleh hanya berhenti sampai potensi,” ungkap M. Nuh.

Menurut M. Nuh, tugas pengurus BWI yang baru adalah mentransformasi potensi itu menjadi kekuatan riil.

“Kalau kita punya danau yang luas dan debit airnya jutaan meter kubik, itu adalah suatu potensi yang sangat besar. Tapi kalau air sebanyak itu tidak dialirkan untuk menggerakkan turbin, maka tidak akan menjadi energi listrik yang bisa menerangi kehidupan. Demikian juga wakaf jika masih berupa potensi,” lanjut M. Nuh memberikan pengandaian.

Nuh kemudian mengajak, para anggota BWI terpilih, untuk menunaikan kinerja sebaik-baiknya dalam rangka memajukan wakaf nasional.

“Sehingga wakaf bisa berkontribusi lebih besar untuk kesejahteraan masyarakat, bangsa, dan Negara,” lanjut M. Nuh.

M. Nuh lalu menjelaskan, langkah pertama yang akan dilakukan pengurus baru BWI adalah memetakan potensi wakaf yang ada.

“Lalu menetapkan langkah-langkah untuk mentransformasikannya menjadi kekuatan riil. Kita akan perbesar input wakaf dan kita perkuat tata kelolanya,” tandasnya.

M. Nuh sendiri meyakini, jika transformasi potensi wakaf menjadi kekuatan riil berhasil dilakukan bersama para nazhir, maka dampaknya besar sekali untuk mengangkat marwah Islam dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di berbagai bidang.