Jalinan kerja sama antara Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Kementerian Koperasi dan UKM dengan Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) yang dilakukan pada Kamis (8/5) langsung mendapat respon positif oleh para pelaku bank syariah. Penyaluran pembiayaan yang dilakukan dari LPDB melalui bank pembiayaan rakyat syariah (BPRS) ini dikhususkan untuk pengusaha mikro, kecil dan menengah.

Sejumlah BPRS pun sudah bersiap mengajukan permohonan penyaluran pembiayaan kepada LPDB. Direktur Utama BPRS Suriyah, Ahmad Mujahid, menyambut baik langkah kerjasama antara LPDB and Asbisindo karena membuka keran sumber dana lainnya bagi BPRS. Pihaknya pun tengah mengajukan permohonan pembiayaan kepada LPDB. “Kami mengajukan sebesar Rp 10 miliar,” kata Mujahid saat ditemui mysharing.
Nantinya dana tersebut akan disalurkan ke nasabah UMKM BPRS Suriyah. Mayoritas pembiayaan BPRS yang berlokasi di Cilacap, Jawa Tengah ini disalurkan ke sektor perdagangan. Di tahun 2014 BPRS Suriyah menargetkan pertumbuhan 40 persen.
Sementara, permohonan pengajuan pembiayaan ke LPDB juga dilakukan oleh BPRS Bandar Lampung. Direktur Utama BPRS Bandar Lampung, Ridwansyah, mengatakan jalinan kerja sama dengan LPDB dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan di tahun ini. “Ke LPDB kami mengajukan Rp 5 miliar,” katanya. Sebelumnya, BPRS Bandar Lampung telah menjalin kerjasama linkage program dengan Bank Syariah Mandiri.
Direktur LPDB, Kemas Danial, mengatakan kerja sama dengan Asbisindo merupakan perwujudan dari langkah strategis LPDB demi menyalurkan dana bergulir. “Kami membutuhkan rekan strategis karena LPDB tidak diperbolehkan membuka cabang. Kerjasama dengan Asbisindo ini menjadi langkah tepat menyalurkan dana bergulir,” ujar Kemas.
Seluruh BPRS anggota Asbisindo dapat mengajukan permohonan pembiayaan kepada LPDB. Namun LPDB tetap akan melakukan seleksi terhadap BPRS calon penerima dana bergulir berdasar informasi dan rekomendasi Asbisindo. Kemas menambahkan di tahun ini setidaknya pemerintah menyiapkan dana bergulir sejumlah Rp 2,65 triliun untuk pelaku koperasi dan UKM di seluruh Indonesia. Jumlah tersebut naik 37,57 persen dari tahun lalu yang sebesar Rp 1,926 triliun. Sejak 2008 hingga kini, LPDB telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 4,3 triliun yang disalurkan kepada 2.903 mitra di seluruh Indonesia.

