Forum Internasional Wisata Syariah Jadi Momentum Tepat Buat Indonesia

[sc name="adsensepostbottom"]

riyantoIndonesia yang akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan the 1st Organization Islamic Conference (OIC) International Forum on Islamic Tourism pada tanggal 2-3 Juni 2014 mendatang disambut baik oleh pelaku industri wisata syariah. Komisaris Utama Sofyan Hotel, Riyanto Sofyan, mengatakan forum tersebut menjadi langkah yang tepat untuk mengejar ketertinggalan Indonesia dalam menangkap potensi wisatawan muslim dunia.

Riyanto menuturkan inisiatif Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam menyelenggarakan the 1st Organization Islamic Conference (OIC) International Forum on Islamic Tourism patut diapresiasi. “Melalui forum ini kita bisa bahas pedoman dan standarisasi, dan pedoman wisata syariah Indonesia bisa jadi salah satu acuan untuk internasional,” ujar Riyanto ditemui usai konferensi pers jelang the 1st Organization Islamic Conference (OIC) International Forum on Islamic Tourism di Hotel Borobudur, Senin (12/5).

Ia mengungkapkan sudah ada perwakilan pemerintah sejumlah negara seperti Jepang dan Malaysia yang berkunjung ke Indonesia untuk melihat operasional hotel syariah. Dengan potensi wisata syariah yang begitu besar, Riyanto pun optimis Indonesia bisa menjadi pemimpin dalam industri wisata syariah. “Misalnya saja seperti industri bank syariah Indonesia yang walau market sharenya belum 5 persen tapi secara nilai absolut jumlahnya lebih banyak dari Malaysia yang pangsa pasarnya 23 persen. Jadi Indonesia pasti bisa jadi pemimpin wisata syariah,” tukas Riyanto.

Sejumlah infrastruktur wisata syariah pun dibangun. Riyanto memaparkan kini sudah mulai banyak pengusaha yang berminat mendirikan hotel syariah, maupun menyediakan fasilitas yang ramah bagi wisatawan muslim. Ia menyontohkan hotel yang masuk dalam kategori Hilal 1, yang menyediakan restoran halal di hotel, kini sudah berjumlah sekitar 25 hotel. Sementara yang masuk dalam kategori Hilal 2 dan sudah mendapat sertifikat Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI) ada sekitar 10 hotel, dimana 8 hotel diantaranya dikelola oleh Sofyan Hotel Group. “Sudah banyak yang punya semangat untuk bersyariah tapi belum punya sertifikat, kira-kira ada lebih dari 100 hotel,” ujar Riyanto.

Pembagian kategori Hilal 1 dan Hilal 2 berdasar pada pedoman wisata syariah yang dikeluarkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bekerja sama dengan pelaku wisata syariah dan DSN MUI. Berbicara mengenai peluang dan potensi bisnis hotel syariah, Riyanto tetap meyakini bahwa hotel syariah mampu bersaing dengan hotel internasional lainnya. “Jika berbicara hotel syariah maka harus thinking out of the box. Dengan memberi nuansa Islam dalam pelayanannya maka itu menjadi new selling paradigm,” pungkas Riyanto.