Ini kritik tajam Anis Matta ke Rezim Jokowi yang disampaikan pada gelaran Indonesia Leaders Forum (ILF), perdana, pada Kamis, 26 April 2018.
Menurutnya mantan Presiden Parta Keadilan Sejahtera (PKS) ini, Indonesia ibarat mobil besar, lambat, dan supirnya tidak tahu arah
Gelaran Indonesia Leaders Forum (ILF) perdana dengan tema “Sejarah Pergerakan Islam dan Masa Depan Bangsa” di BIdakara, Jakarta Selatan, mengundang Anis Matta sebagai salah satu narasumber. Video ini merangkum seluruh sesi bicara Anis Matta di gelaran ILF ini. Namun begitu, berikut ringkasan beberapa pandangan Anis Matta tentang Indonesia dan umat Islam terkini.
- Bank Muamalat Makin Fokus Garap Segmen Ritel Konsumer
- CIMB Niaga Resmikan Digital Branch Muara Karang, Optimalkan Layanan Nasabah
- BYOND by BSI Kian Diminati Generasi Muda, BSI Targetkan 10 Juta Pengguna di 2026
- Bank Muamalat dan BMM Tingkatkan Keterampilan Difabel, Inisiasi Program Batik Ciprat Karangpatihan di Ponorogo
1. Indonesia ini ibarat kendaraan besar yang berjalan lambat. Sudah begitu, banyak polisi tidur, macet pula.
Penumpang mobil ada yang bertanya kepada supir, ini mau ke mana perjalanannya. Supirnya hanya menjawab, kalian diam saja, ikuti saja sang supir. Masalahnya, supirnya juga tidak tahu mau di bawa ke mana mobilnya.
2. Sistem sosial politik harus agar kita sanggup menghadapi perubahan zaman. Hal mana pernah terjadi di awal kelahiran Indonesia, perubahan dari perjuangan ke daerahan menjadi perjuangan Nasional.
3. Indonesia Harus Belajar dari Negeri Sulaeman, Di Negeri Sulaeman, negara yang dibangun dari kombinasi kekuatan agama, pengetahuan, ekonomi, dan militer. Diperlukan cara baru mengelola negara jika kita mau bertahan sebagai bangsa.
[bctt tweet=”Anis Matta: Kita menginginkan terlalu banyak, tapi mencapai terlalu sedikit” username=”my_sharing”]
4. Closing statement: Kita menginginkan terlalu banyak, tapi mencapai terlalu sedikit.

