Rezim GusDur pada 1999-2004 berhasil menurunkan jumlah orang miskin sampai 6,8 persen. Era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), selama 10 tahun, sekitar 5,8 persen angka #Kemiskinan diturunkan. Di era Jokowi, lima tahun pertama, hanya 1 persen kemiskinan menurun.
Dari data tersebut, menurut Dr. Syahganda Nainggolan dari Sabang Merauke Institute, “Kalau angka resmi ini kita terjemahkan, pada keberpihakan, maka bisa dipatikan bahwa rezim ini adalah rezim yang tidak berpihak kepada rakyat miskin, bahkan cenderung kejam pada kaum miskin”.
Hal ini dikatakannya saat menjadi salah satu narasumber pada “Oppositions Leaders Economic Forum: Selamatkan Ekonomi Indonesia di Tengah Covid-19”, di Auditorium Perpustakaan Nasional, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (13/3). Sebuah acara yang diadakan oleh Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam Preneur (#KAHMIPreneur).
Ditambah lagi dengan adanya #OmibusLaw, yang menurutnya lebih berpihak kepada kaum kapitalis. “Ketika Jokowi memaksakan omnibus law, maka terihat konstruksi pemikirannya adalah bagaimana memanjakan kaum kapitalis sambil menindas kaum buruh dan kaum tani”, kata Syahganda menegaskan.
- CIMB Niaga Business Summit 2026 Usung Vision Made Possible Dukung Perusahaan Indonesia Tumbuh Berkelanjutan
- Prudential Syariah Luncurkan Asuransi Jiwa PRUCare 360 Syariah
- Pembiayaan Emas Bank Muamalat Melonjak Signifikan, Tembus Rp1,9 Triliun
- BSI Perkuat Ekosistem Wakaf Produktif, Dorong Potensi Rp180 Triliun Jadi Kekuatan Ekonomi Umat
Di tengah krisis yang kian menjadi, kalau kita melihatnya, menurut Syahganda , siapa yang tinggal di landasan, dan siapa yang senang-senang menikmati struktur kmakmuran negeri ini? “115 juta penduduk Indonesia yang nearpoor dan poor adalah yang tinggal di landasan selama kita merdeka”, kata Syahganda menegaskan.
Kemiskinan juga selalu identik dengan korupsi yang merajalela. Oleh karena itu, ia menyarankan rakyat Indonesia harus lebih tegas dan berani menghukum koruptor. Saksikan selengkapnya di video di bawah ini.
[bctt tweet=”Kemiskinan juga selalu identik dengan korupsi yang merajalela!” username=”my_sharing”]

