bni syariah layani tki
Direktur Utama BNI Syariah, Dinno Indiano (kiri) berjabat tangan dengan Kepala BNP2TKI, Gatot Abdullah Mansyur, usai penandatanganan nota kesepahaman, Jumat (27/6). (Foto Dok BNI Syariah)

BNI Syariah Jalin Kerjasama dengan BNP2TKI

[sc name="adsensepostbottom"]

BNI Syariah menandatangani nota kesepahaman dengan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Jumat (27/6). Kerjasama ini dalam rangka mendukung program penempatan dan perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

bni syariah layani tki
Direktur Utama BNI Syariah, Dinno Indiano (kiri) berjabat tangan dengan Kepala BNP2TKI, Gatot Abdullah Mansyur, usai penandatanganan nota kesepahaman, Jumat (27/6). (Foto Dok BNI Syariah)

Kepala BNP2TKI, Gatot Abdullah Mansyur mengatakan selama ini TKI identik dengan hal nestapa dan menyedihkan seperti deportasi, melakukan kejahatan, dan yang lainnya, padahal banyak TKI atau purna TKI yang membawa uang ke tanah air dan dijadikan modal untuk membuka usaha di tanah air. “Kami pun berharap ke depan BNI Syariah dapat juga membiayai calon tenaga kerja yang akan berangkat tentunya dengan margin pembiayaan yang terjangkau” papar Gatot, dalam siaran pers yang diterima mysharing.co, Jumat (27/6)

Sementara, Direktur Utama BNI Syariah, Dinno Indiano, mengatakan bentuk kerjasama BNI Syariah dengan BNP2TKI adalah pemberian fasilitas layanan perbankan syariah bagi Calon TKI, TKI, TKI Purna dan Keluarganya. Selain itu, BNI Syariah akan memberikan edukasi pengelolaan keuangan syariah kepada Calon TKI, TKI, dan TKI Purna, termasuk pada saat Calon TKI mengikuti pelatihan di Balai Latihan Kerja.

“Alhamdulillah terima kasih atas kepercayaan yang diberikan BNP2TKI mengikutsertakan BNI Syariah untuk mengedukasi para TKI menggunakan layanan perbankan syariah khususnya BNI Syariah, insya Allah kami siap mengelola amanah ini,” papar Dinno.

Ia menambahkan sampai saat ini jumlah nasabah BNI Syariah di luar negeri khususnya Hongkong mencapai 11.000 nasabah. Dengan dukungan ATM baik di dalam dan di luar negeri, internet banking atau pun sms banking, maka mengirim uang dari luar negeri ataupun sebaliknya akan mudah dan cepat.“Insya Allah TKI akan dimudahkan oleh layanan dari BNI Syariah. Bagi TKI pun diuntungkan karena dapat mengelola keuangannya secara mandiri dan terpantau dengan baik,” pungkas Dinno.

Di akhir Mei 2014, BNI Syariah mencatat aset sebesar Rp 16,864 triliun, tumbuh 35,25 persen year-on-year (yoy) dari sebelumnya Rp 12,469 triliun. Sementara pembiayaan tumbuh 41,72 persen yoy menjadi Rp 12,904 triliun, dana pihak ketiga naik 34,82 persen yoy dari Rp 10,875 triliun menjadi Rp 14,662 triliun, dan laba bersih mencapai Rp 54,416 miliar. BNI Syariah memiliki 284 outlet terdiri dari 64 Kantor Cabang, 161 KCP, 17 KK 20 Payment Point dan 22 mobil layanan gerak.