haji

Hotel Sofyan dan Permaisuri Group Bidik Investasi di Mekah

[sc name="adsensepostbottom"]

Kerjasama antara Sofyan Hospitality dan Permaisuri Group juga tak hanya sebatas pasar wisatawan muslim di kedua negara, namun juga meluas hingga ke Arab Saudi.

hajiChairman Hotel Sofyan, Riyanto Sofyan, mengungkapkan kini kedua pihak sedang dalam penjajakan joint operation untuk investasi hotel bintang empat di Mekkah. “Hotel yang akan kita investasikan sudah ada, jaraknya pun dekat hanya 150 meter dari Masjidil Haram, jadi investasi ini sangat prospektif mengingat tamu Allah ke tanah suci juga tidak pernah sepi,” cetus Riyanto, usai penandatanganan nota kesepahaman Hotel Sofyan dan Permaisuri Group, Selasa (8/7).

Dalam kerjasama ini, Hotel Sofyan akan berperan sebagai pengelola hotel dan Permaisuri Group akan berada di sisi pemasaran. Riyanto menambahkan investasi kedua pihak akan dibagi sama rata 50:50. “Di Mekkah investor tidak bisa memiliki suatu lahan, jadi kami akan menyewa. Kami merencanakan investasi selama lima tahun dengan jumlah 55 juta riyal,” ungkap Riyanto. Hotel bintang empat di Mekkah tersebut memiliki 106 kamar dengan 330 tempat tidur.

Untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan, Riyanto menuturkan pihaknya akan menjembatani pembiayaan dari bank syariah di Indonesia dengan Bank Exim Malaysia. “Pemerintah Malaysia memberikan pinjaman lunak kepada pengusaha dengan margin lima persen dan dalam mata uan ringgit. Jadi untuk pembiayaan, kami akan menggunakan fasilitas yang ada seperti bank syariah di Indonesia dan Bank Exim Malaysia,” tegas Riyanto.

Wakil Direktur Pengembangan Bisnis Sofyan Hospitality, Yopi Nursali, menambahkan dana investasi hotel di Mekkah tersebut nantinya akan digunakan untuk sejumlah penyesuaian, seperti operasional sesuai standar Hotel Sofyan, peningkatan fasilitas dan biaya sewa.

Sementara, Director of Sales Intelek Edaran Sdn Bhd, Ilya Ariffin, menyebutkan dengan potensi populasi penduduk muslim di Indonesia dan Malaysia yang cukup besar menjadikan investasi di Mekkah tersebut sangat potensial. Ia pun tak menutup kemungkinan untuk memperluas investasi hotel lainnya di Arab Saudi di masa mendatang. “Sekarang baru satu hotel, nanti bisa jadi 2 atau 3 hotel lagi,” cetusnya. Pihaknya juga turut menggandeng agen perjalanan di Indonesia yang terdiri dari sekitar 2000 agen.