Dompet Dhuafa meluncurkan program Beasiswa Anak Tani. Setidaknya 1000 siswa akan mendapatkan bantuan pendidikan sebesar Rp 1 juta selama setahun saat menempuh pendidikan di kelas 3.

Direktur Eksekutif dan Communication & Resources Mobilisation Dompet Dhuafa, Yuli Pujihardi, mengatakan pihaknya telah sejak lama menaruh perhatian terhadap pendidikan dan investasi sumber daya manusia. Program Beasiswa Anak Tani yang diluncurkan kali ini pun diharapkan dapat menggugah kepedulian masyarakat untuk mengulurkan bantuan pendidikan bagi anak-anak petani di bangku SMA di seluruh Indonesia.
“Mereka umumnya adalah anak petani yang menggarap lahan milik orang lain sehingga memiliki penghasilan yang kecil. Bahkan sebagian besar dari mereka masih menikmati beras miskin,” kata Yuli, dalam peluncuran 1 Miliar Cerdaskan 1000 Anak Tani, Kamis (17/7). Dalam kesempatan tersebut, pemberian beasiswa dilakukan secara simbolis kepada 10 anak petani yang berasal dari Bogor, Jawa Barat dan Banten. Program ini sendiri ditujukan bagi anak tani seluruh Indonesia.
Idealnya, tiap anak di Indonesia bisa mengenyam bangku sekolah minimal hingga tingkat SMA. Namun, faktanya angka putus sekolah di Indonesia masih tinggi sampai saat ini. Kemiskinan menjadi salah satu faktor penyebab. Kemiskinan di Indonesia saat ini lebih banyak dialami oleh penduduk desa, yakni 14,42 persen, sementara penduduk miskin di perkotaan sebanyak 8,52 persen (per September 2013). “Sudah diduga bahwa sebagian besar penduduk miskin di desa bekerja di sektor pertanian, baik sebagai petani maupun buruh tani. Banyak anak-anak petani Indonesia gagal melanjutkan sekolah ke SMA atau perguruan tinggi,” jelas Yuli.
- CIMB Niaga Ajak Nasabah Kelola Gaji dan Finansial dengan Lebih Bijak melalui OCTO
- Masjid Al-Ikhlas PIK Dibuka, Usung Islamic Classical Architecture Padukan Keindahan, Kesederhanaan dan Kekhusyukan
- CIMB Niaga Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan Pelajar di 2026
- “D-8 Halal Expo Indonesia 2026”, Tegaskan Komitmen Indonesia dalam Mendorong Ekonomi Halal
Bentuk intervensi pendidikan yang dilakukan Dompet Dhuafa tidak saja pada siswa, namun mengelola pula elemen pendidikan lainnya, seperti guru, tata kelola sekolah, dan pengiriman para guru ke pulau-pulau terdepan. Salah satu program pemberdayaan lainnya di bidang pendidikan adalah SMART Ekselensia Indonesia, yang merupakan sekolah bebas biaya untuk siswa yang berasal dari keluarga dhuafa. Sejak 2004 sampai saat ini sebanyak 370 siswa dari 26 provinsi menerima manfaat di sekolah bersama, akselerasi, dan terakreditasi A ini.

