mutiara bangsa berhasanah

Aset BNI Syariah Tumbuh 33 Persen

[sc name="adsensepostbottom"]

BNI Syariah membukukan pertumbuhan aset sebesar 33,5 persen menjadi Rp 17,35 triliun per 30 Juni 2014. Pertumbuhan ini didorong oleh naiknya pembiayaan sebesar 39,7 persen pada periode yang sama, menjadi Rp 13,36 triliun.

mutiara bangsa berhasanahDirektur Utama BNI Syariah, Dinno Indiano, mengatakan dari sisi pembiayaan kontribusi terbesar berasal dari segmen konsumer yang mencapai 52,8 persen dari total portofolio pembiayaan. Pembiayaan konsumer didominasi oleh pembiayaan Griya iB Hasanah, disusul oleh pembiayaan ritel produktif cabang 22,1 persen, pembiayaan komersial 14,6 persen, mikro 7,3 persen dan kartu pembiayaan Hasanah Card 3,2 persen.

“Kontribusi segmen produktif baik komersial maupun ritel, serta mikro terus meningkat. Hal ini sejalan dengan arah pengembangan menjadi bank komersial sesuai dengan ketentuan BUKU oleh Bank Indonesia,” kata Dinno dalam pemaparan kinerja BNI Syariah semester I, Jumat (18/7).

Produk ritel BNI Syariah secara year-on-year (yoy) tumbuh sebesar 51,6 persen dari Rp 1,94 triliun menjadi Rp 2,95 triliun, sedangkan mikro tumbuh sebesar 84,4 persen yoy dari Ro532,5 miliar menjadi Rp 982 miliar pada Juni 2014. “Ekonomi memang tidak sebaik yang diharapkan, tapi kita tetap positif itu karena pembiayaan mulai Januari sudah meningkat, padahal kebiasaan beberapa bank angka di bulan Januari lebih rendah dari Desember,” ujar Dinno.

Oleh karena itu, pihaknya pun menatap optimis perkembangan bisnis di semester II 2014, terutama dari sisi pencapaian laba yang telah lebih dari 50 persen dari target awal. Dalam rencana bisnis bank yang diajukan BNI Syariah ke Bank Indonesia laba ditargetkan mencapai Rp 130 miliar. “Dari sisi laba insya Allah bisa tercapai,” cetus Dinno.

Sementara, di sisi dana pihak ketiga naik 30,1 persen menjadi Rp 13,51 triliun, dengan rasio dana murah sebanyak 49,13 persen. Komposisi neraca yang sehat juga membuat BNI Syariah dapat membukukan laba sebesar Rp 66,5 miliar atau naik 22,2 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 54,4 miliar. Hingga Juni 2014 BNI Syariah menambah tiga kantor kas dan sembilan payment point, menjadikannya memiliki 14 kantor kas dan 20 payment point secara total.