Malam penghargaan the Royal Award for Islamic Finance tahun 2010.
Malam penghargaan the Royal Award for Islamic Finance tahun 2010.

Menanti Pemenang The Royal Award for Islamic Finance 2014

[sc name="adsensepostbottom"]

Malam penghargaan the Royal Award for Islamic Finance (the Royal Award) 2014 akan diselenggarakan di Malaysia pada 2 September 2014, bersamaan dengan acara the Global Islamic Finance Forum 2014 (GIFF) 2014. The Royal Award adalah pemberian penghargaan kepada tokoh keuangan syariah dunia. Penghargaan ini digelar setiap dua tahun sekali oleh Bank Negara Malaysia dan Securities Commision Malaysia dibawah inisiatif the Malaysia International Islamic Financial Centre (MIFC).

Malam penghargaan the Royal Award for Islamic Finance tahun 2010.
Malam penghargaan the Royal Award for Islamic Finance tahun 2010.

Dipersembahkan oleh Raja Malaysia – Yang Mulia Yang di Pertuan Agung, the Royal Award adalah sebuah penghargaan yang mengakui dan menghormati tokoh-tokoh keuangan Islam dunia yang visioner, dengan prestasi dan inovasinya yang mampu memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi global dan kemajuan sosial masyarakat di seluruh dunia.

Menurut Chairman of The Juri Panel the Roya

l Award for Islamic Finance 2014 – Tun Musa Hitam, nama-nama yang dinominasikan untuk meraih penghargaan the Royal Award for Islamic Finance telah mengalami peningkatan jumlahnya sebesar 25% dibandingkan dengan penghargaan perdana pada tahun 2010, dimana para nominator ini datang dari seluruh penjuru dunia.

“Para nominator ini telah melalukan kepemimpinan yang luar biasa dan berdedikasi tinggi, dengan pemikirannya yang visioner, serta menjadi pelopor, sehingga industri keuangan Islam mampu berkembang pesat di negara-negara Muslim dan non-Muslim di dunia,” jelas Tun Musa Hitam.

Para nominator penerima the Royal Award 2014 ini akan datang dari berbagai belahan dunia, yaitu Afrika (2%), Eropa (19%), Timur Tengah (33%), Amerika Utara (tujuh persen), Asia Selatan (10%) dan Asia Tenggara (29%).

Para juri panel independen untuk penghargaan the Royal Award 2014 ini terdiri dari tujuh orang anggota. Para juri ini adalah para pemimpin dan pakar industri keuangan Islam dari berbagai belahan dunia, dan diketuai oleh mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia dan Ketua World Islamic Economic Forum Foundation – Tun Musa Hitam.

Nah, salah seorang juri panel independen ini adalah tokoh perbankan syariah dari Indonesia – A Riawan Amin, Ketua Dewan Kehormatan Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo), yang juga Chairman General Council for Islamic Banks and Financial Institutions (CIBAFI).

Para juri panel independen ini akan memilih tokoh-tokoh yang dianggap pantas dan kompeten untuk mendapat penghargaan the Royal Award for Islamic Finance dari Raja Malaysia.

Nantinya, di dalam proses seleksi para nominator yang akan bersaing untuk meraih the Royal Award ini prosesnya akan berjalan secara kompetitif, objektif dan independen. Adapun kriteria dari seleksi penghargaan ini akan mencakup masing-masing aspek kualitatif dan kuantitatif yang menyangkut kontribusi setiap nominator terhadap industri keuangan Islam secara global. Termasuk juga dalam penilaian, bagaimana nominator dinilai dari sisi inovasi keuangan, dan kepeloporan kerja, kepemimpinan yang kuat, adopsi dan pengakuan industri, inspirasi dan pengaruhnya terhadap kemajuan dan perkembangan keuangan Islam.

Pemenang the Royal Award for Islamic Finance ini nantinya akan dianugerahkan medali, sertifikat penghargaan dan hadiah uang tunai sebesar US $ 250.000. Penerima penghargaan juga akan memulai perjalanan untuk mendidik masyarakat tentang peran keuangan Islam dalam ekonomi global melalui industri, kuliah umum publik, seminar dan, konferensi.

Pemenang penghargaan sebelumnya yang telah diakui perjuangannya di dalam memajukan industri keuangan Islam adalah Iqbal Khan pada tahun 2012,  dan sebelumnya adalah Shaikh Saleh Abdullah Kamel pada tahun 2010. The Royal Award for Islamic Finance di tahun 2010 juga memberikan penghargaan khusus kepada Dr Ahmad El-Naggar (posthumous honourable mention). Dr El-Naggar yang sering disebuat-sebut sebagai Bapak Perbankan Islam Modern, dianggap telah mempelopori eksperimen modern pertama pada perbankan Islam dengan membuat sebuah bank tabungan yang berlandaskan sistem bagi hasil.

Iqbal Khan sendiri, sebagai penerima penghargaan sebelumnya, akan menyampaikan pemaparannya pada ajang GIFF 2014 ini pada sesi “Developing the Marketplace for Global Linkages”, yang merupakan instrumen pengembangan pertama global sovereign sukuk yang dikeluarkan oleh Pemerintah Malaysia. Iqbal memotivasi sukuk Malaysia ke skala global dan memimpin proses pemikiran syariah ke arah pemahaman yang lebih tinggi pada konsep mata uang asing global sukuk.

Iqbal juga memainkan peran penting didalam membangun sejumlah lembaga dan inisiatif dalam industri keuangan Islam, termasuk Citi Islamic Investment Bank, the Islamic Finance Project at Harvard University, Meezan Bank, HSBC Amanah and, most recently, Fajr Capital, dimana ia juga adalah Anggota Dewan Pendiri dan Chief Executive Officer.

Sementara itu, penerima penghargaan the Royal Award 2010 – Shaikh Saleh Abdullah Kamel merintis penerapan prinsip syariah di bidang perbankan dan bisnis dan merupakan salah satu orang pertama yang memikirkan kontrak Islam untuk digunakan dalam tahun 1960-an.  Kamel  juga mendirikan sebuah kelompok perusahaan yang menyediakan syariah ritel, korporasi dan investasi perbankan dan jasa keuangan serta the Islamic Arab Insurance Company, yang menjadi perintis perusahaan Takaful (asuransi Islam).

Untuk menginspirasi dan mengembangkan bakat dan inovasi masa depan, Kamel mendirikan the Islamic Economics Research Centre, King Abdulaziz University dan Pusat Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Jeddah di Arab Saudi. Dia juga mendirikan Saleh Kamel Centre for Islamic Economy, Universitas Al-Azhar, Kairo dan Pusat Studi dan Penelitian Perbankan Saleh Kamel, dan King Saud University, Arab Saudi.