Layanan perbankan bergerak dari salah satu bank syariah.

BI Prediksi Aset Bank Syariah Capai Rp 283 T di 2014

[sc name="adsensepostbottom"]
Layanan perbankan bergerak dari salah satu bank syariah.
Layanan perbankan bergerak dari salah satu bank syariah. IBRAHIM AJI

Pada Seminar Akhir Tahun yang diselenggarakan pada pertengahan Desember 2013, BI memproyeksikan aset perbankan syariah mencapai Rp 283,57 triliun pada skenario moderat.

Direktur Eksekutif Perbankan Syariah BI, Edy Setiadi, mengatakan skenario tersebut diproyeksikan tercapai bila perbankan syariah memanfaatkan sumber dana lain seperti dana haji, private placement, dan lainnya, serta Gerakan Ekonomi Syariah (GRES!) efektif meningkatkan sumber dan pemanfaatan dana. “Pada skenario moderat total DPK diperkirakan mencapai Rp 220,6 triliun dan pembiayaan Rp 228 triliun,” kata Edi, dalam Seminar Akhir Tahun BI, Senin (16/12).

Ia memaparkan sejumlah faktor penunjang lainnya yang dapat mendorong industri perbankan syariah diantaranya adalah rencana Kementerian BUMN untuk mendirikan bank BUMN syariah, rencana Kementerian Agama untuk merealisasikan pengalihan sebagian besar dana haji ke bank syariah, sektor berorientasi ekspor, sektor industri, jasa dan pertanian yang berpeluang memperkuat laju pertumbuhan perbankan, serta sosialisasi GRES! secara nasional yang berdampak pada sinergi sektoral dan naiknya minat transaksi keuangan syariah.

Tahun 2014 menjadi era baru bagi seluruh industri keuangan Indonesia. OJK menjadi otoritas sentral dalam mengatur dan mengawasi seluruh lembaga jasa keuangan di Indonesia. Oleh karena itu, kerjasama erat antar seluruh pemangku kepentingan menjadi isu utama. Gubernur BI, Agus Martowardojo, mengatakan BI pun akan melakukan kerjasama dengan OJK untuk menjaga makroprudensial di industri.

Di sisi lain, dalam menjalani tahun 2014, Agus menuturkan masih akan ada tekanan eksternal yang berasal dari implementasi kebijakan pengurangan stimulus ekonomi di Amerika oleh The Fed. “Oleh karena itu sistem pengawasan yang terintegrasi dan cross sector bermanfaat bagi perbankan syariah untuk mengetahui kondisi keuangan secara menyeluruh, sehingga mengurangi risiko dalam penyaluran pembiayaan,” kata Agus.

Kendati demikian, ia mengharapkan kondisi perekonomian di tahun 2014 bisa membaik, sehingga geliat ekonomi domestik semakin positif dan memberikan lingkungan usaha yang kondusif bagi pertumbuhan industri perbankan nasional yang lebih baik. Sampai Oktober 2013 aset bank syariah tumbuh 31,8 persen, lebih lambat dibanding periode lalu yang mencapai 34,1 persen. Pangsa pasar perbankan syariah pun baru 4,8 persen dengan jumlah rekening 12 juta, atau 9,2 persen dari total rekening perbankan nasional.