bank syariah mega

Bank Syariah Mega Harus Fasilitasi Investasi Lintas-Batas

[sc name="adsensepostbottom"]

Sejumlah bank syariah di Malaysia sempat berencana untuk merger dan membentuk bank syariah mega (Mega Islamic Bank). Gubernur Bank Negara Malaysia, Tan Sri Dr Zeti Akhtar Aziz, pun mengingatkan jika pembentukan bank tersebut terealisasi, maka bank syariah harus dapat memenuhi kebutuhan bisnis internasional dan memfasilitasi arus keuangan lintas-batas.

bank syariah megaZeti mengatakan bank syariah mega hendaknya dapat mendukung transaksi perdagangan internasional dan aktivitas investasi lintas-batas. “Kami tidak mau hanya sekedar membentuk mega bank. Kami ingin mega bank yang punya skala dan kemampuan untuk melakukan aktivitas investasi lintas-batas dan internasional,” kata Zeti, dilansir dari thestar.com.my, Kamis (4/9).

Melalui bank syariah mega tersebut, pihaknya ingin melihat internasionalisasi dan peningkatan konektivitas ekonomi dan keuangan Malaysia dengan negara lain. Setidaknya lima bank konvensional terbesar di Malaysia, yang memiliki anak usaha bank syariah, telah melakukan langkah itu.

Zeti menilai sebenarnya internasionalisasi keuangan syariah sudah terlihat di pasar sukuk. “Anda bisa melihat penerbitan sukuk dengan mata uang berbeda-beda dari negara-negara minoritas Muslim seperti Jepang dan Inggris, begitu pula dengan Turki,” ujarnya.

Menurut Zeti, industri keuangan syariah telah memiliki tata kelola, manajemen risiko, transparansi dan kejelasan yang tepat. “Semua itu adalah elemen penting yang ingin kita lihat, karenanya keuangan syariah punya sesuatu untuk ditawarkan ke seluruh dunia,” tukas Zeti.

Ia pun menekankan agar bank syariah tidak lagi terbatas sebagai lembaga intermediasi pembiayaan, namun juga sebagai intermediasi investasi. Zeti menambahkan dengan menjalani peran tersebut maka tidak hanya akan semakin memperkuat hubungan antara keuangan dan aktivitas ekonomi riil, tapi juga berkontribusi bagi pertumbuhan yang inklusif dan seimbang. “Ini tidak seperti modal ventura di mana mereka memiliki saham, tetapi mereka membiayai kegiatan investasi tertentu sehingga menjadi platform untuk intermediasi investasi,” cetus Zeti.

Bank syariah mega rencananya akan berupa merger dari CIMB Group Holdings Bhd, RHB Capital dan Malaysia Building Society. Bank tersebut diperkirakan akan memiliki kapitalisasi pasar lebih dari 90 miliar ringgit, dengan asumsi nilainya 1,7 sampai 1,7 kali nilai buku. Pada 1,75 kali nilai buku, RHB Cap akan memiliki kapitalisasi pasar sekitar 30 miliar ringgit, sementara total kapitalisasi MBSB akan menjadi sekitar 6,8 miliar ringgit.