Lembaga Kemanusiaan, Aksi Cepat Tanggap (ACT) akan memfokuskan pembagian kurban tahun 2014 pada negara-negara yang dilanda konflik di Afrika Tengah.

Menurutnya, tim ACT sudah pernah memasuki kawasan Afrika pada Maret lalu. Dari kunjungan tersebut, ACT mengamati kondisi masyarakat di negara tersebut sangat memprihatinkan dan mengenaskan. Tidak banyak yang tahu dan bahkan media sedikit sekali yang mempublikasikan soal konflik agama dan etnis di negara tersebut.
Lebih lanjut Ibnu menuturkan, umat Islam yang berada di negara Afrika Tengah menghadapi tekanan yang luar biasa. Dari populasi umat Muslim yang semula berjumlah 625 ribu penduduk, kini tinggal tersisa 1.000 orang.
“Ini sangat mengenaskan, makanya kami mengajak para donatur untuk membantu mereka. Tidak hanya dari donatur, nantinya ACT akan memberikan subsidi baik berupa pasokan makanan atau dana agar perekonomian mereka tetap berjalan,” tandas Ibnu.
Agar bisa memasuki kawasan yang dijaga ketat militer ini, ACT memastikan tim relawan yang akan dikerahkan ke Afrika Tengah memiliki banyak strategi. Diharapkan relawan bisa masuk ke negara tersebut dengan membawa bendera kemanusiaan untuk menyebarkan sumbangan kurban masyarakat Indonesia. Yang pasti, tegas Ibnu, ACT tidak ada muatan politik atau membawa bendera partai apapun selama menjalankan aksi kemanusiaan di Afrika Tengah.

