Penyedia jasa keuangan untuk lembaga keuangan mikro dan bisnis sosial, Grameen Crédit Agricole Microfinance Foundation (GCAMF) menginvestasikan dana sekitar 1,6 juta dolar AS kepada tiga lembaga keuangan mikro dan bisnis sosial di Palestina, Azerbaijan, dan Bangladesh.

Sejak dibentuk pada 1999, Faten juga menyediakan jasa keuangan mikro syariah dengan prinsip bagi hasil. Hingga 2014, Faten memiliki 24 ribu nasabah pembiayaan aktif dengan portofolio pembiayaan mencapai 44 juta dolar AS dan total aset 50 juta dolar AS.
Sementara, lembaga keuangan mikro Viator di Azerbaijan memperoleh dana 702 ribu dolar AS. Sampai September 2014, Viator memiliki 20 ribu nasabah dengan portofolio pembiayaan mencapai 22 juta dolar. Perolehan dana dari GCAMF ini merupakan yang ketiga kalinya bagi Viator yang memulai aktivitas keuangan mikronya bagi masyarakat miskin di Ganja, Azerbaijan sejak 1999. Jangka waktu investasi GCAMF kepada Faten dan Viator akan dilakukan selama tiga tahun.
- KNEKS dan Atsiri Research Center Universitas Syiah Kuala bekerja sama Mengembangkan Hilirisasi Bahan Baku Halal berbasis Minyak Nilam
- Bank Muamalat Catat Kenaikan Jumlah Transaksi Top Up Kartu Uang Elektronik Hingga 180,52%
- Asosiasi DPLK dan DPLK Syariah Muamalat Inisiasi Sinergi Ekosistem Syariah bagi Sektor Informal
- Bank Muamalat Sukses Raih Dua Penghargaan di Ajang TOP GRC Awards 2026
Selain kepada dua lembaga keuangan mikro tersebut, GCAMF juga menginvestasikan dana sebesar 240 ribu dolar AS kepada Grameen Danone Foods Limited. Bisnis sosial yang berbasis di Bangladesh tersebut menjual produk makanan bernutrisi khusus bagi kaum miskin. Sampai 2014, Grameen Danone Foods telah menjangkau hingga 1 juta penerima manfaat sejak 2006 dan memiiliki sekitar 30 rekan kerja. Baca Juga: Bisnis Sosial ala Grameen Bank
GCAMF sendiri dibentuk di Luxembourg pada 2008 oleh bank ritel Prancis, Crédit Agricole SA, dan lembaga nirlaba keuangan mikro yang masih berafiliasi dengan Grameen Bank, yaitu Grameen Trust. Dalam menyalurkan dana ke lembaga keuangan mikro, GCAMF memfokuskan diri pada pengembangan pedesaan, transparansi, perlindungan konsumen, dan penyedia jasa keuangan bagi kaum wanita.
GCAMF telah bergerak aktif di sejumlah negara seperti Azerbaijan, Bangladesh, Benin, Burkina Faso, Kamboja, Kamerun, Kongo, Perancis, Indonesia, Kenya, Kosovo, Madagaskar, Mali, Palestina, Filipina, Senegal, Sri Lanka, Tajikistan, Timor Leste, Togo dan Zambia. Pada 2012 GCAMF tercatat memiliki aset sebesar 70,3 juta dolar AS. Sampai dengan 2013, GCAMF telah berinvestasi di 21 negara melalui 31 lembaga keuangan mikro, 10 proyek bisnis sosial dan satu simpanan.

