Apa saran pakar agar karya Anda masuk jurnal ekonomi Islam internasional?

Bagi peneliti, akademisi, atau mahasiswa, pemuatan hasil riset dan penelitian di jurnal internasional menjadi suatu hal penting. Awam diketahui tak mudah agar suatu penelitian bisa lolos seleksi untuk dimuat di jurnal. Ada sejumlah standar penulisan di jurnal yang perlu diperhatikan.
Peneliti Bank Indonesia, Rifki Ismal, mengatakan dalam penulisan karya ilmiah yang sesuai dengan penulisan ilmiah internasional adalah dengan menggunakan literatur terkini (paling tidak lima tahun terakhir), menggunakan kaidah dan format bahasa akademik yang standar, proporsi setiap bagian penulisan proporsional, dan tidak ada penjiplakan.
“Dalam penulisannya bukan gaya penulisan buku atau artikel di media, jadi harus formal dan tidak berbunga-bunga. Untuk penulisan internasional juga menggunakan gaya bahasa Inggris yang standar ilmiah dan bukan bahasa Indonesia yang diinggriskan,” jelas Rifki, dalam Workshop Metodologi dan Teknik Penulisan Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Keuangan Syariah di Forum Riset Keuangan Syariah 2014, Kamis (16/10).
Dalam penulisan karya ilmiah pun tidak perlu menjelaskan secara detail arti dari suatu kata. Penulisan juga harus ringkas dan tidak terlalu panjang. “Tulisan yang terlalu panjang akan membuat bosan dan kurang menarik pembaca. Gunakan gambar, grafik, tabel, atau skema untuk mendukung penulisan karya ilmiah,” ujar Rifki.
Jumlah halaman untuk dimuat di jurnal intenasional biasanya maksimal antara 10-15 halaman. Jika jumlah halaman lebih dari itu jarang jurnal ekonomi Islam internasional yang memperkenankan. Isi dari paper jurnal karya ilmiah juga imerupakan hasil assessment analisa penelitian.
Sementara, dari sisi struktur penulisan di jurnal ilmiah, ada beberapa poin yang perlu diperhatikan, di antaranya:
– Tujuan penulisan paper untuk memecahkan masalah tidak secara terpisah ditulis di paper, tapi digabungkan dengan alur penjelasan (latar belakang).
– Pertanyaan penelitian ditulis dalam satu paragraf saja dan tidak terpisah.
– Hipotesa penelitian, batasan masalah, dan kerangka berpikir tidak perlu ditulis
– Metodologi atau metode penelitian tidak perlu ditulis spesifik di paper.
– Judul paper harus simpel, tanpa mencantumkan teknik analisa, periode analisa, hasil yang diharapkan dan lainnya.
– Keterbatasan penelitian juga tidak perlu ditulis spesifik.
– Tidak perlu mencantumkan ucapan terima kasih di akhir jurnal.

