Bencana Banjir di Aceh, Dompet Dhuafa Buka Posko Bantuan

[sc name="adsensepostbottom"]

Di saat ibukota DKI Jakarta sedang dilanda hawa panas, Provinsi Aceh mengalami bencana banjir.

Bencana Banjir di Aceh, Dompet Dhuafa Buka Posko BantuanSetidaknya sudah lebih dari sebulan sejumlah daerah di Aceh dilanda banjir besar. Tim gabungan Aksi Tanggap Bencana Dompet Dhuafa pun turun ke Aceh dengan membuka posko bantuan di dua desa di Aceh Besar.

Direktur Disaster Management Center Dompet Dhuafa, Asep Beny, mengatakan pada hari kedua setelah terbukanya akses menuju lokasi bencana banjir dan tanah longsor di Aceh, tim gabungan Aksi Tanggap Bencana Dompet Dhuafa terus bergerak menyalurkan bantuan. Setelah berhasil menuju Desa Lamsujen, Lhoong, Aceh Besar, tim dari Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC), Dompet Dhuafa Waspada dan Disaster Management Center kini juga membuka posko di Desa Lamreung, Kecematan Darul Imarah, Aceh Besar.

Dompet Dhuafa merespon bencana banjir di Aceh Besar dengan menurunkan tim kemanusiaan ke lokasi bencana sejak Senin (3/11). “Dompet Dhuafa sudah beraksi mengadakan layanan kesehatan bagi para pengungsi di Kecamatan Lhoong dan kini menambah posko di Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar. Dapur umum juga kita dirikan untuk membantu para pengungsi memenuhi kebutuhan makan dan minum,” ujar Asep, dalam siaran persnya yang diterima mysharing, Kamis (6/11).

Asep memaparkan pada tahap awal, tim relawan Aksi Tanggap Bencana Dompet Dhuafa konsentrasi pada posko pemeriksaan kesehatan dan bantuan logistik, serta mendirikan dapur umum. “Hingga kini, pengungsi banjir Aceh masih membutuhkan bantuan. Tak hanya kebutuhan logistik dan kesehatan saja. Tetapi juga membutuhkan bantuan air bersih, serta perlengkapan kebutuhan bayi dan tim Dompet Dhuafa terus berusaha mengcover kebutuhan pengungsi,” ungkap Asep.

Di Desa Lamreung sebanyak 433 jiwa mengungsi di masjid desa dan sejumlah akses lumpuh. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat banjir kali ini merendam sekitar 20 ribu rumah di Aceh Besar, Aceh Barat Daya, Aceh Barat, Aceh Selatan dan Aceh Jaya. Ribuan penduduk pun terpaksa mengungsi ke tempat-tempat yang aman dari terjangan banjir.