Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan Gerakan Nasional Cinta (Genta ) Pasar Modal di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (12/11). Gerakan yang menyasar kelas menengah ini merupakan program edukasi menumbuhkan kesadaran dan kecintaan masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal.

Masyarakat kelas menengah, lanjutnya, sering diidentifikasi sebagai consumer state people, atau kelompok masyarakat yang lebih konsumtif dalam pemenuhan gaya hidupnya, termasuk urusan memilih investasi.
- Milad ke-34, Bank Muamalat Teguhkan Komitmen Tumbuh Bersama dan Memberi Manfaat
- BCA Syariah Gelar Aksi Donor Darah dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis
- Pembiayaan Solusi Emas Hijrah Bank Muamalat Melonjak 11 Kali Lipat
- Bank Mega Syariah Ekspansi Pembiayaan Emas, Dorong Akses Investasi Emas via Flexi Gold
Muliaman menilai, sebagian besar masyarakat kelas menengah masih memiliki pandangan yang konvensional dalam hal menginvestasikan kelebihan dananya, yaitu melalui tabungan di bank. Masih kecilnya jumlah masyarakat berinvestasi di pasar modal Indonesia, juga terefleksi dari sedikitnya jumlah investor yang tercatat di pasar modal, dibandingkan dengan jumlah masyarakat menengah di Indonesia.
Studi Bank Dudia (2012) menyebutkan masyarakat kelas menengah Indonesia mencapai 56.5 persen dari total 237 juta penduduk. Jika pada 2003 jumlah masyarakat yang masuk dalam kategori kelas menengah mencapai 81 juta jiwa. Pada 2012 jumlahnya sudah berkembang menjadi 134 juta jiwa atau tumbuh sebesar 65 persen. Sementara itu, dalam lingkup yang lebih kecil, kelompok pelajar dan mahasiswa juga merupakan calon investor potensial.
Kenyataan ini menggambarkan, bahwa tingkat literasi mereka terhadap pasar modal Indonesia yang masih sangat kecil. Oleh karena itu, OJK harus membekali mereka dengan pengetahuan mengenai keuangan khususnya pasar modal sejak dini. “Sehingga budaya menabung dan berinvestasi akan menjadi kebiasaan yang terus melekat dalam kehidupan sehari-hari,” tegas Muliaman.
Lebih lanjut ia mengatakan, untuk meningkatkan jumlah investor pasar modal, OJK akan menerapkan strategi dengan terus melakukan edukasi dan sosialisasi mengenai industri jasa keuangan kepada masyarakat, khususnya masyarakat menengah, pelajar dan mahasiswa. Informasi pentingnya berinvestasi, dalam rangka menjamin kehidupan yang lebih baik di masa depan.
Edukasi dan sosialisasi ini perlu dibarengi dengan upaya pendalaman pasar modal melalui perluasan variasi produk yang ditawarkan di pasar modal Indonesia, baik produk pasar modal konvensional maupun syariah. “Meningkatkan kemudahan akses atas produk-produk pasar modal tersebut, menjadi penting supaya masyarakat memiliki banyak alternatif pilihan investasi yang menarik dan mudah dijangkau,” pungkas Muliaman.

