Banyak tantangan yang dihadapi perusahaan startup e-commerce dalam menggaet konsumen. Tidak hanya harus menghadapi persaingan yang ketat, tetapi juga dituntut mampu menggaet kepercayaan konsumen untuk bertransaksi secara online. Bagaimana agar e-commerce kita mudah memperoleh konsumen?

“Kebijakan refund penting untuk menurunkan risiko kekuatiran pelanggan. Jika anda memiliki kebijakan itu, maka mereka akan kembali untuk berbelanja,” ujar Nabilah di sesi Money Matters – Understanding E-Payment in Indonesia dalam Start Up Asia Jakarta 2014, Kamis (27/11).
Sementara untuk laman pembayaran, lanjut Nabilah, pengusaha e-commerce juga harus menampilkan logo bank yang dipakai untuk transaksi pembayaran dan memberikan alternatif metode pembayaran dengan jelas. “Pebisnis harus membuat payment sebagai positive enabler bagi bisnis anda, ini bisa lebih murah jika mengelola metode pembayaran anda sendiri,” katanya.
Menurut Global Indonesian Voices, pada 2020 akan ada 140 juta konsumer yang akan berbelanja online untuk keperluan transaksi jual beli mereka. Sementara, pada tahun lalu saja ada 5.3 juta yang berbelanja online dengan transaksi lebih dari 10 miliar dolar. Di tahun ini Nabilah memperkirakan ada sekitar 7 juta konsumen yang belanja online.

