jp morgan

Ketika JP Morgan Masuk ke Industri Keuangan Syariah

[sc name="adsensepostbottom"]

Lembaga keuangan yang turut terseret dalam krisis keuangan Amerika Serikat pada 2008 ini perlahan bangkit. Salah satunya dengan memperluas layanannya pada praktek keuangan syariah sejak awal 2013.

jp morganDi masa krisis keuangan Amerika enam tahun lalu, hampir seluruh lembaga keuangan berbasis di negara itu tumbang. Praktek keuangan syariah pun dilirik karena dinilai tahan terhadap krisis yang terjadi masa itu. Maka, tak heran jika tak memutuhkan waktu lama bagi JP Morgan untuk merekrut bankir syariah senior, Hussein Hassan sebagai pimpinan keuangan syariah global JP Morgan pada Januari 2013 sebagai bagian konsolidasi posisi lembaga tersebut di industri keuangan syariah.

Hasilnya, kurang dari dua tahun JP Morgan telah turut serta mengelola transaksi sebesar 1,3 miliar dolar AS dan menduduki peringkat dua sebagai arranger sukuk terbesar di kawasan Teluk pada 2014, mengintil HSBC yang ada di peringkat pertama. “Ini bagian dari strategi kami dan akan tetap seperti itu pada 2015,” ujar Hassan, dikutip dari islamic finance news, Kamis (18/12). Baca Juga: Akomodasi Keuangan Syariah, Potensi Jepang Kian Luas

Setelah sempat mengalami kerugian hingga 400 juta dolar AS pada kuartal tiga 2013, JP Morgan telah menunjukkan perkembangan siginfiikan pada kuartal tiga tahun ini dengan pendapatan bersih sebesar 5,6 miliar dolar. Kini bank tersebut pun semakin membidik pasar keuangan syariahs ebagai salah satu prioritasnya. Hassan menuturkan pihaknya memiliki strategi yang sejalan dengan kekuatan dan platform JP Morgan. “Kami melihat pasar Timur Tengah, Turki dan Malaysia sebagai pasar yang menarik,” ungkap Hassan.

Arab Saudi tetap menjadi basis terkuat bagi JP Morgan karena lembaga tersebut sudah hadir sejak beberapa dekade silam. Setahun terakhir ini, JP Morgan ikut terlibat dalam transaksi sukuk berjumlah besar. Diantaranya sukuk Saudi Electricity senilai 2,5 miliar dolar AS pada April 2014, sukuk National Commercial Bank sebesar 1,33 miliar dolar dan sukuk Saudi Telecom 532,84 juta dolar AS. Baca: Anjloknya Harga Minyak Dunia Pengaruhi Pasar Sukuk

Jika JP Morgan sudah menunjukkan tajinya di Arab Saudi, berbeda halnya di Malaysia. Pasalnya JP Morgan harus bisa bersaing dengan dua lembaga keuangan syariah terbesar di sana, yaitu CIMB Islamic dan Maybank. Apalagi dengan adanya rencana pembentukan bank syariah mega, yang terdiri dari CIMB, RHB Capital dan Malaysia Building Society, diperkirakan akan terealisasi di tahun depan serta dukungan pemain domestik, maka JP Morgan akan menghadapi persaingan sengit di pasar sukuk terbesar di Asia itu.