Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pariwisata memang telah memperkenalkan 13 destinasi wisata syariah di Indonesia. Namun, langkah tersebut belum mampu mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan muslim.

Namun dalam Thomson Reuters State of the Global Islamic Economy Report 2014/2015 mengenai destinasi utama para wisatawan global, diantara negara-negara anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI) Indonesia berada di urutan tujuh, di bawah Turki, Malaysia, Arab Saudi, Maroko, Uni Emirat Arab dan Mesir.
Berdasar data United Nations World Tourism Organization 2013, Turki berhasil menarik wisatawan asing sebanyak 37,8 juta, Malaysia 25,7 juta, Arab Saudi 13,2 juta, Maroko dan Uni Emirat Arab masing-masing 10 juta, Mesir 9,2 juta, dan Indonesia 8,8 juta. Baca Juga: Pariwisata Islami Harus Inklusif dan Modern
Sementara, jika dilihat secara global Indonesia bahkan tidak masuk dalam 10 destinasi teratas di dunia. Berdasar data 2013, Eropa masih menjadi destinasi populer. Prancis menduduki peringkat teratas dengan 83 juta wisatawan asing, diikuti Amerika Serikat (70 juta), Spanyol (61 juta), dan Cina (56 juta). Sementara, Turki berada di peringkat enam secara global. Baca: Destinasi Favorit Wisatawan Muslim Mulai Bergeser
Sisi berbeda dapat dilihat dari pengeluaran wisatawan muslim saat plesir ke luar negeri. Total pengeluaran wisatawan muslim (outbound) diperkirakan mencapai 140 miliar dolar AS dolar pada 2013 (diluar haji dan umrah), atau sekitar 11,6 persen dari total pengeluaran global yang mencapai 1,2 triliun dolar.
Dalam hal pengeluaran wisatawan muslim, Indonesia menduduki peringkat enam dengan jumlah 7,5 miliar dolar. Peringkat pertama adalah Arab Saudi dengan 17,8 miliar dolar, Iran 14,3 miliar dolar, Uni Emirat Arab 11,2 miliar dolar, Qatar 7,8 miliar dolar dan Kuwait 7,7 miliar dolar.
Sementara, dari negara-negara minoritas muslim ada Rusia 5,4 miliar dolar, Jerman 3,6 miliar dolar, Inggris 2,4 miliar dolar dan Prancis 2,3 miliar dolar. Pada 2019 pengeluaran wisatawan muslim pun diperkirakan mencapai 238 miliar dolar. Baca Juga: Bebas Visa OKI, Tingkatkan Wisatawan Muslim

