Forum investasi syariah global ini untuk membuka potensi ekonomi negara-negara Organisasi Konferensi Islam (OKI) . Yang diundang, keluarga kaya dari seluruh dunia!

Ini akan menjadi forum investasi syariah utama yang diharapkan akan menghadirkan para pengambil keputusan investasi dari seluruh dunia. 
Diproyeksikan juga pertumbuhan rata-rata 5,4% itu akan bertahan hingga 2019. Ini secara signifikan lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi di seluruh dunia yang 3.6% dan negara-negara BRICS (Brazil, Russia, India, Cuba, South Africa) yang pertumbuhannya 3,9%. Baca juga: Aksi Negara Minoritas Muslim Raup Pasar Halal
- KNEKS dan Atsiri Research Center Universitas Syiah Kuala bekerja sama Mengembangkan Hilirisasi Bahan Baku Halal berbasis Minyak Nilam
- Bank Muamalat Catat Kenaikan Jumlah Transaksi Top Up Kartu Uang Elektronik Hingga 180,52%
- Asosiasi DPLK dan DPLK Syariah Muamalat Inisiasi Sinergi Ekosistem Syariah bagi Sektor Informal
- Bank Muamalat Sukses Raih Dua Penghargaan di Ajang TOP GRC Awards 2026
Apa Saja Acaranya?
Dari undangan yang diterima MySharing (8/1), Dr Sayd Farook, Head of Islamic Capital Markets Thomson Reuters memaparkan setidaknya ada empat agenda utama.
Investment Monitor, acara yang memungkinkan investor memiliki akses eksklusif ke informasi keuangan dan dokumen penting tujuan investasi. Sumber data diambil dari lembaga promosi investasi di negara-negara OKI.
Global Islamic Investment Report, menggunakan metode unik dari DinarStandard, investor dapat memelajari Clustering Model (Hub and Nodes) prospek investasi di negara-negara OKI. Laporan ini akan menjadi panduan investasi syariah ke daerah dan sektor yang paling menarik di negara-negara OKI.
Leading Investment Decission Maker, menggunakan jaringan milik Thomson Reuters, bagian acara ini akan mengundang hanya para pembuat keputusan investasi untuk berdiskusi dan bertukar pemikiran satu sama lain.
Region and Sector Focus, bagian acara ini akan fokus pada kekuatan regional dan sektoral dengan panel ahli yang akan memberikan wawasan untuk masing-masing daerah. Daerah fokus utama akan mencakup: Asia Tengah, Afrika Utara, Asia Tenggara, dan Kawasan Teluk. Sedangkan sektor-sektor utama akan mencakup: infrastruktur dan konstruksi, ritel, makanan dan agribisnis, serta energi.
Ini akan jadi ajang forum investasi syariah terbatas. Undangan pun akan dibatasi untuk para pengambil keputusan investasi dari bank-bank investasi, manajer investasi, perusahaan investasi, dan perwakilan keluarga-keluarga kaya dari seluruh dunia.

