Malaysia siap dirikan Bank Mega Syariah

Asa Malaysia Dirikan Bank Syariah Mega Kandas

[sc name="adsensepostbottom"]

Jatuhnya harga minyak dunia telah membuat perekonomian Malaysia terkena dampaknya. Hal itu turut pula memengaruhi rencana pembentukan bank syariah mega.

Malaysia siap dirikan Bank Mega SyariahCIMB Group Holdings, RHB Capital dan Malaysia Building Society (MBSB) yang menjadi pihak-pihak yang terlibat dalam pembentukan bank syariah mega akhirnya mengumumkan pembatalan pembentukan bank tersebut. Kondisi perekonomian Malaysia yang ikut menurun karena anjloknya harga minyak dunia turut memengaruhi pelemahan mata uang ringgit. Beberapa analis pun merevisi proyeksi pertumbuhan produksi minyak. Malaysian Institute of Economic Research memperkirakan pertumbuhan ekonomi Malaysia antara 5-5,5 persen, menurun dari proyeksi sebelumnya yang sebesar 5,9 persen.

“Kami resmi membatalkan merger dan walaupun kami tetap yakin kombinasi tiga lembaga ini (untuk membentuk bank syariah mega) adalah logis, pada akhirnya kami tidak bisa sampai pada transaksi yang bisa menciptakan nilai bagi seluruh pemangku kepentingan,” kata Acting Group CEO CIMB Group, Tengku Zafrul Tengku Abdul Aziz, dilansir dari islamic finance news, Jumat (16/1). Baca Juga: Malaysia Buka Kesempatan Bank Asal Indonesia Ekspansi ke Negaranya

Hal senada juga disampaikan oleh Group Managing Director RHB Capital, Kellee Kam. Menurutnya, menciptakan nilai bagi pemangku kepentingan dalam pendirian bank syariah mega sangat penting bagi semua pihak. “Namun karena melihat perubahan pada situasi secara umum, maka kami tak bisa melanjutkannya,” ujar Kam.

Karena tidak mencapai konsensus kesepakatan, CIMB Group dan RHB Capital pun menarik aplikasi pendirian bank syariah mega secara formal dari Bank Negara Malaysia dan membatalkan kesepakatan eksklusif antara keduanya. Sementara, MBSB tetap akan mengajukan izin sebagai entitas bank syariah di tahun ini. Baca: Indonesia-Malaysia Capai Kesepakatan Integrasi Perbankan ASEAN

MBSB yang merupakan perusahaan pembiayaan telah menyatakan ketertarikannya untuk beralih menjadi bank umum syariah sejak beberapa waktu lalu. “Karena diskusi mengenai pembentukan bank syariah mega telah berakhir, maka kami dapat kembali fokus ke bisnis dan tujuan yang kami ingin capai tahun ini,” cetus Chief Executive Officer MBSB, Ahmad Zaini Othman.

Sebelumnya, bank syariah mega diperkirakan akan memiliki kapitalisasi pasar lebih dari 90 miliar ringgit, dengan asumsi nilainya 1,7 sampai 1,7 kali nilai buku. Pada 1,75 kali nilai buku, RHB Cap akan memiliki kapitalisasi pasar sekitar 30 miliar ringgit, sementara total kapitalisasi MBSB akan menjadi sekitar 6,8 miliar ringgit.