Abrasi laut di kawasan pesisir Marunda merupakan salah satu kawasan terparah di Jakarta.

“Kegiatan penanaman mangrove ini merupakan sarana untuk menumbuhkan rasa kepedulian adik-adik terhadap pelestarian lingkungan khususnya konservasi Mangrove di pesisir Jakarta,” kata Ketua Adik Asuh RISKA Bona F.N, dalam siaran pers yang diterima MySharing, Kamis (14/1).
Dibandingkan dengan konservasi mangrove di kawasan Pantai Indah Kapuk, Muara Angke, maupun Muara Gembong, konservasi mangrove di Marunda merupakan kawasan krisis mangrove. Jarak hunian warga hanya berkisar 50 meter dari garis pantai. Baca: Atasi Krisis Air Bersih di Pesisir dengan Penyulingan Double Panel
Selain manfaat pohon mangrove untuk menangkal abrasi, buah pohon mangrove yang lebih dikenal dengan buah api-api juga dapat dikonsumsi masyarakat. Masyarakat di sekitar marunda biasa mengolah buah api-api menjadi aneka panganan seperti emping yang berbahan dasar buah api-api, tepung, maupun peyek api-api.
Melalui kegiatan ini Adik Asuh RISKA diharapkan dapat turut menyebarluaskan kampanye mangrove kepada masyarakat, karena manfaat mangrove yang sangat penting, terutama untuk di kawasan pesisir sebagai bagian ketahanan wilayah pesisir. “Semoga program penanaman mangrove ini tetap dilanjutkan tidak sekadar menanam mangrove juga sampai tahap pemeliharan,” ujar Direktur Yayasan Restorasi Mangrove Indonesia, Ikhsan.
[bctt tweet=”Mangrove sangat penting, terutama untuk ketahanan wilayah pesisir @riskamenteng”]

