Wakil Sekjen Amphuri – Mohammad Farid Aljawi.

Agar Tak Jadi Korban Seperti Kasus First Travel, Ini Tips Umrah dari Amphuri!

[sc name="adsensepostbottom"]

Saat ini dengan adanya kasus biro umrah bermasalah seperti First Travel dan beberapa biro umrah lainnya membuat sebagian masyarakat yang ingin menunaikan ibadah umroh menjadi tidak nyaman.

Para calon jemaah umrah tentu saja kawatir akan mengalami nasib yang sama dengan korban biro-biro umrah bermasalah di atas,  yaitu tidak bisa berangkat ke tanah suci untuk menunaikan ibadah umroh, dan malah dana yang sudah dikeluarkan untuk perjalanan ibadah umrah tersebut pun menjadi tidak jelas rimbanya.

Kekawatiran tersebut adalah memang suatu hal yang wajar, namun juga tidak harus disikapi dengan terlalu berlebihan. Karena sebenarnya, para calon Jemaah umrah bisa “mengamankan” ibadah umrahnya agar tidak bermasalah, apabila mereka mau melakukan langkah-langkah aman beribadah umrah. Seperti langkah-langkah yang disarankan  oleh Wakil Sekjen Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) – Mohammad Farid Aljawi.

Menurut Farid, ada tiga langkah utama yang bisa dilakukan oleh para calon jemaah umroh agar umrahnya bisa berjalan dengan baik, aman, nyaman, dan lancar.

Langkah pertama, jelas Farid, adalah memastikan biro umrah yang akan dipilih si calon Jemaah bisa memenuhi panduan umrah yang telah ditetapkan oleh Kemenag, yaitu 5 Pasti Umrah.

“Pastikan biro umrah yang akan dipilih calon jemaah memenuhi 5 Pasti Umroh, yaitu pastikan biro umrahnya berizin, pastikan jadwal penerbangannya, pastikan program umrahnya, pastikan hotelnya, dan pastikan visanya,” papar Farid kepada MySharing kemarin di Jakarta.

Yang kedua, lanjut Farid, calon jemaah umrah jangan mudah tergiur dengan harga murah yang ditawarkan biro travel untuk beribadah umrah di tanah suci.

“Sekarang ini boleh dibilang, you get what you pay for. Kamu mendapatkan program sesuai dengan yang kamu bayar. Jadi masyarakat harus hati-hati kalau ada penawaran umrah yang tidak sesuai atau tidak masuk akal harganya,” tandas Farid.

Berikutnya yang ketiga, papar Farid, adalah dengan melihat track record dari biro travel umrahnya.  Apabila track record biro umrah tersebut selama ini baik dan tidak pernah bermasalah dalam penyelenggaraan ibadah umrah, maka biro tersebut layak untuk dipilih.

“Setiap travel umrah itu punya track record. Apakah pernah atau tidak membatalkan perjalanannya? Atau apakah pernah bermasalah? Kalau selama ini track record-nya biro travel itu baik, maka calon jemaah bisa memanfaatkan jasa travel tersebut,” demikian tutup Farid Aljawi, Wakil Sekjen Amphuri.

 

.