Relawan pembersih di aksi #212. Foto: Novi Kurniawan Photography

Aksi 212 Energi Persaudaraan Islam Indonesia

[sc name="adsensepostbottom"]

Umat Islam disatukan dalam akidahnya, ada persaudaraan dan kebahagiaan.

Aksi Bela Islam III pada Jumat 2 Desember 2016 lalu di Monas membuktikan umat Islam di Indonesia bisa bersatu.

Menurut Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa ( GNPF) Ustaz Bachtiar Nasir, persaudaraan ini yang harus dirawat usai Aksi Super Damai 2 Desember. Bahkan  ada yang mengusulkan agar Aksi  2 Desember dijadikan sebagai Hari Persaudaraan Islam Indonesia.

“Tapi kan yang tetapkan seperti ini negara. Atau kita saja? Jadi nanti 2 Desember 2017 kita buat Hari Persaudaraan Islam Indonesia,” ungkap Ustaz Bachtiar yang disambut takbir jamaah pada silaturrahmi Pasca Aksi Super Damai Bela Islam 3 di Masjid Raya Pondok Indah, Jakarta, Selasa (6/12).

Dijelaskan Ustad Bachtiar, di Aksi Bela Islam III pada 2 Desember lalu, ada energi kerinduan umat untuk bersaudara dan kebahagiaan. Bahkan, kata Ustaz Bachtiar, kontributor Aljazeera Indonesia  menulis Aksi 2 Desember lebih dari Idul Fitri dan umat Islam seluruh Indonesia sedang berhari raya.

“Ada kerinduan bersaudara dan bersatu serta kebahagian. Ini membuat iri yang tidak hadir dan membuat menyesal mereka yang melarang,” kata Ustaz Bachtiar.

Menurut dia, aksi 2 Desember adalah energi persaudaraan. Khatib 2 Desember harusnya bukan Habib Rizieq. Khatib yang GNPF tunjuk hanya mau jika presiden datang.  Namun,  karena tidak ada keputusan ditunggu sampai pukul 10.00 WIB, akhirnya diputuskan Habib Rizieq jadi khatib.

“Harusnya, GNPF jadi marbot saja. GNPF ingin memunculkan para orangtua dan para tokoh agar terjadi persatuan. Khatib dari NU, imamnya dari Muhammadiyah, kami cuma bagian awal dan akhir saja. Tapi, Presiden datang mendadak sehingga kami tidak diberi tahu. Terjadilah apa yang terjadi. Ini skenerio Allah SWT,” papar Ustaz Bachtiar disambut takbir ratusan jamaah.

Ustaz Bachtiar mengaku dapat banyak pernyataan yang disampaikan pada dirinya, umat Islam bisa bersatu dalam akidahnya dan umat Islam itu bisa disatukan dengan akidahnya. Bahkan jadi headline di salah satu koran di Arab : “Ujuk Rasa Jutaan Umat di Jakarta Tuntut Penista Agama.”

“Sampai Grand Syaikh Mesir bilang Indonesia dipilih Allah untuk menampilkan wajah Islam yang asli. Tapi kami juga tidak sepi hujatan. Mujahid yang siap mati tiba-tiba marah pada kami: begini saja?Kalau tahu hanya dengar tausiyah, mending video streaming. Ada juga yang bilang: ini cuma parade ulama? Sehingga mereka katakan, ibarat makan belum kenyang sudah disuruh  pulang,” ujar Ustaz Bachtiar.

Kalau betul-betul mujahid siap perang. Ustaz Bachtiar menyampaikan energi 212 yaitu  persiapkan kekuatan dengan baik,  kalau perlu lepaskan hambatan kuda-kuda perang latih dengan persiapan yang lebih hebat untuk getarkan musuh.

Tapi, tegas Ustaz Bachtiar, umat Islam cinta damai meski banyak yang ingin umat beradu dengan polisi. Polisi bukan musih umat. Muazin pada Aksi Super Damai 2 Desember adalah Kapolres Cirebon Kota. Itu sengaja dilakukan agar semua tahu polisi bersama umat. TNI juga bukan musuh umat. TNI adalah benteng dan mereka bersama umat. “Musuh umat adalah penista agama,” tegas Ustaz Bachtiar.

[bctt tweet=”Bahctiar Nasir: Umat Islam itu bisa disatukan dengan akidahnya!” username=”my_sharing”]