Bentuk aksinya gelar sejadah.Bukan lagi aksi damai tapi super damai.
Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) mendesak kepolisian untuk segera menangkap dan menahan Ahok. Seperti diketahui, pada Rabu 16 November lalu, Bareskrim Mabes Polri telah menetapkan Ahok sebagai tersangka dalam kasus Penistaan Agama.
“Jika Ahok tidak ditahan, maka GNPF MUI akan menggelar Aksi Bela Islam III pada 2 Desember 2016,” ungkap Sekretaris DPP FPI Munarman dalam konferensi pers pernyataan sikap GNPF MUI terkait Ahok tersangka di AQL Islamic Center, Jakarta, Jumat (18/11).
Saat membacakan pernyataan itu, Munarman didampingi oleh Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab, pengasuh Perguruan Islam As-Syafiiyah KH Abdul Rasyid AS, Ketua GNPF MUI Ustaz Bachtiar Nasir dan Ketua Umum Wahdah Islamiyah HM Zaitun Rasmin serta puluhan aktivis Islam.
Keterangan Munarman ini sekaligus membantah beredarnya rumor yang menyatakan Aksi Bela Islam III akan digelar pada Jumat 25 November.
Munarman menjelaskan, Aksi Bela Islam III bakal disebut sebagai Jumat Kubro dan Maulid Akbar, Aksi Ibadah, Gelar Sajadah. Aksi Damai dan Doa untuk Negeri. “Kita akan shalat Jumat dan istighotsah di sepanjang Jalan Protokol Sudirman-Thamrin,” kata Munarman.
Senada dengan Munarman, Habib Rizieq menegaskan, karena Ahok tidak ditahan, pihaknya sepakat melanjutkan Aksi Bela Islam III.
“Maka, kami sebut juga gerakan Aksi Bela Islam tiga pada Jumat Kubro dan juga Maulid Akbar sebab jatuh diawal bulan Maulid. Bentuk aksinya gelar sajadah, bukan lagi aksi damai tapi aksi super damai,” ungkap Habaib Rizieq.
Terkait rencana ini, GNPF mengimbau kepada ulama dan umat Islam Indonesia untuk tetap bersatu dan merapatkan barisan. “Waspadai penggembosan dan adu domba. Ikhlaskan niat dan bulatkan tekad,” serunya.

