Ada tindakan kedzaliman terhadap umat Muslim Palestina.
Siang itu, setelah sholat Jumat (8/12), ratusan massa dari berbagai elemen masyarakat, lembaga dan organisasi masyarakat berjalan berbondong- bondong memenuhi jalan merdeka selatan. Mereka mengarah ke Kedutaan AS untuk menyampaikan aspirasi atas sikap Donald Trump, sang presiden AS terhadap Palestina.
Sebagaimana dalam rilis Dompet Dhuafa, mereka dengan tenang dan tertib menyampaikan aspirasi terkait klaim sepihak Presiden AS atas Yerusalem. Meski demikian, massa mengecam keras atas pernyataan Trump yang telah menyakiti hati umat Islam di seluruh dunia.
Aksi ini merupakan reaksi setelah Trump menyampaikan pengakuan Yerusalem sebagai ibukota baru Israel. Keputusan ini jadi polemik dan permasalahan baru serta menghambat misi perdamaian yang ditimbulkan oleh Gedung Putih.
- BPJH Resmi Berikan Sertifikasi Halal bagi JNE untuk Layanan Logistik, Perkuat Standar Layanan Terpercaya
- Bank Muamalat Dukung Pembangunan Gedung Kolabora Kebaikan
- DPLK Syariah Muamalat Layani Program Pensiun Penggiat Masjid Tazkia Islamic Center
- CIMB Niaga Luncurkan OCTO untuk Pejuang Mimpi, Permudah Kelola Keuangan hingga Kejar Mimpi
Dompet Dhufa, sebagai entitas lembaga dakwah dan kemanusian ikut serta berpartisipasi langsung dalam aksi damai ini. Sekitar 20 relawan Dompet Dhuafa menyebar dan bergabung dalam kerumunan massa.
Tidak hanya ikut menyampaikan aspirasi, relawan juga membantu memenuhi kebutuhan massa aksi. Seperti membagikan air mineral, makanan dan juga buah-buahan kepada peserta aksi.
Relawan selanjutnya membersihkan sampah yang berserakan di sekitar area unjuk rasa.Dompet Dhuafa juga menurunkan tim kesehatan dengan fasilitas ambulan.
Koordinator aksi Dompet Dhuafa, Mustaku menjelaskan, Dompet Dhuafa peduli dan konsisten terhadap masalah umat. Mustaku mengatakan membagikan air mineral bot, roti, buah-buahan kepada seluruh peserta aksi secara gratis adalah bentuk perjuangan juga.
“Dalam hal ini, ada tindakan kedzaliman terhadap saudara kita di Palestina. Aksi ini adalah bentuk solidaritas sesama umat Islam,” kata Mustaka, dalam rilisnya yang diterima MySharing, Jumat (8/12).

